PALEMBANG, NortonNews.com – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Palembang, Sumatera Selatan, kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. Pada Kamis (22/10/2026), dua penerbangan internasional milik maskapai Scoot yang menghubungkan Palembang dan Singapura dilaporkan batal beroperasi setelah jarak pandang di kawasan bandara menurun hingga 350 meter.
Dilansir dari ANTARA News – pembatalan tersebut diketahui melalui pembaruan data operasional bandara pada pukul 08.00 WIB. Kondisi jarak pandang yang terbatas menjadi perhatian dalam pelaksanaan penerbangan karena dapat memengaruhi proses kedatangan maupun keberangkatan pesawat.
General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, membenarkan adanya dua penerbangan yang dibatalkan akibat kondisi kabut asap. Informasi tersebut disampaikan menyusul pemantauan situasi operasional bandara pada Kamis pagi.
Dua penerbangan yang terdampak merupakan penerbangan Scoot TR254 dengan rute Singapura menuju Palembang dan Scoot TR255 dengan rute Palembang menuju Singapura. Pembatalan penerbangan TR255 berkaitan dengan dibatalkannya penerbangan kedatangan TR254 pada rute yang sama.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa gangguan cuaca dan rendahnya jarak pandang dapat memengaruhi perjalanan udara, termasuk pada penerbangan internasional yang menghubungkan Palembang dengan negara lain. Penumpang yang telah merencanakan perjalanan melalui rute tersebut perlu memperhatikan informasi terbaru dari maskapai agar dapat menyesuaikan jadwal perjalanan mereka.
Jarak Pandang Bandara Turun hingga 350 Meter
Berdasarkan laporan operasional yang disampaikan pengelola Bandara SMB II, jarak pandang pada pukul 08.00 WIB hanya mencapai 350 meter. Angka tersebut menunjukkan terbatasnya jarak penglihatan di sekitar bandara ketika kabut asap menyelimuti kawasan Palembang.
Jarak pandang menjadi salah satu unsur penting dalam keselamatan penerbangan. Kondisi lingkungan di sekitar landasan pacu dan jalur pendekatan pesawat harus dipantau secara berkala agar keputusan operasional dapat disesuaikan dengan situasi yang terjadi.
Ketika jarak pandang menurun, proses penerbangan dapat menghadapi kendala, baik saat pesawat hendak mendarat maupun ketika akan lepas landas. Karena itu, keputusan untuk melanjutkan, menunda, atau membatalkan penerbangan harus mempertimbangkan prosedur keselamatan serta kondisi operasional yang berlaku.
Dalam kejadian di Palembang ini, dua penerbangan Scoot tercatat berstatus batal berdasarkan pembaruan data pada pagi hari. Informasi tersebut menjadi dasar bagi calon penumpang untuk segera memeriksa kembali status penerbangan melalui saluran resmi maskapai.
Pembatalan penerbangan bukan hanya berdampak pada jadwal perjalanan, tetapi juga dapat memengaruhi rencana penumpang yang memiliki agenda lanjutan. Sebagian penumpang mungkin telah mengatur perjalanan lanjutan, pemesanan penginapan, kegiatan pekerjaan, atau keperluan lain yang bergantung pada waktu kedatangan di tempat tujuan.
Meski demikian, perubahan jadwal dalam situasi seperti ini perlu dipahami sebagai bagian dari penyesuaian operasional terhadap kondisi yang ada. Keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi pertimbangan utama ketika kondisi lingkungan tidak mendukung pelaksanaan penerbangan secara normal.
Dua Penerbangan Scoot yang Dibatalkan
Dua penerbangan internasional yang terdampak dalam peristiwa tersebut memiliki nomor penerbangan dan rute yang berbeda, tetapi saling berkaitan dalam jadwal perjalanan pulang-pergi antara Palembang dan Singapura.
Penerbangan Scoot TR254 dijadwalkan melayani perjalanan dari Singapura menuju Palembang. Sementara itu, Scoot TR255 melayani rute sebaliknya, yakni dari Palembang menuju Singapura.
Pembatalan TR254 menyebabkan pesawat yang seharusnya datang dari Singapura tidak menjalankan penerbangan tersebut sesuai jadwal. Kondisi ini kemudian berpengaruh terhadap penerbangan TR255 yang menghubungkan Palembang dengan Singapura.
Keterkaitan jadwal kedatangan dan keberangkatan merupakan bagian dari pengaturan operasional maskapai. Perubahan pada satu penerbangan dapat berdampak pada perjalanan berikutnya, bergantung pada penggunaan pesawat dan pengaturan jadwal yang diterapkan oleh pihak maskapai.
Dalam laporan yang dipublikasikan ANTARA, kedua penerbangan tersebut tercatat batal berdasarkan data operasional hingga pukul 08.00 WIB. Oleh karena itu, informasi pembatalan tersebut merujuk pada kondisi yang dilaporkan pada waktu pembaruan tersebut.
Penumpang yang terdampak disarankan menghubungi maskapai untuk mendapatkan penjelasan mengenai pilihan penjadwalan ulang, pengaturan tiket, maupun ketentuan lain yang berlaku. Informasi mengenai pengembalian dana atau perubahan penerbangan perlu dipastikan langsung kepada penyedia layanan karena ketentuannya dapat berbeda berdasarkan kondisi tiket dan kebijakan maskapai.
Kondisi Kabut Asap Kembali Memengaruhi Operasional Bandara
Gangguan penerbangan pada Kamis pagi tersebut menambah perhatian terhadap dampak kabut asap di wilayah Sumatera Selatan. Kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan dapat menurunkan jarak pandang serta memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat, termasuk transportasi udara.
Bandara SMB II merupakan salah satu pintu transportasi udara penting di Sumatera Selatan. Bandara ini melayani perjalanan domestik dan internasional, sehingga perubahan kondisi operasional dapat berpengaruh terhadap mobilitas penumpang yang bepergian untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, bisnis, maupun kepentingan pribadi.
Sehari sebelumnya, Rabu (21/10/2026), pengelola bandara juga mencatat adanya gangguan jadwal terhadap 13 penerbangan akibat jarak pandang yang turun hingga 400 meter. Gangguan tersebut mencakup tujuh penerbangan keberangkatan dan enam penerbangan kedatangan.
Berdasarkan laporan ANTARA mengenai kejadian pada Rabu, jarak pandang di bandara berangsur membaik menjadi 1.200 meter pada pukul 16.00 WIB. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa kondisi jarak pandang dapat berubah sepanjang hari, sehingga pemantauan berkala menjadi bagian penting dari pengelolaan operasional penerbangan.
Meski kondisi pada hari sebelumnya sempat membaik, gangguan kembali terjadi pada Kamis pagi. Situasi ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan kondisi lingkungan di sekitar bandara, khususnya ketika kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut.
Perubahan jarak pandang tidak selalu berarti seluruh penerbangan akan mengalami dampak yang sama. Keputusan operasional dapat berbeda berdasarkan rute, jadwal, jenis pesawat, kondisi cuaca, serta hasil evaluasi keselamatan yang dilakukan oleh pihak terkait.
Oleh sebab itu, informasi resmi dari pengelola bandara dan maskapai tetap menjadi acuan utama bagi penumpang untuk mengetahui perkembangan terbaru.
Penumpang Diminta Memastikan Jadwal Perjalanan
Menghadapi kondisi tersebut, calon penumpang yang menggunakan Bandara SMB II Palembang diimbau untuk memeriksa informasi penerbangan sebelum berangkat menuju bandara. Pengecekan dapat dilakukan melalui kanal informasi resmi maskapai, layanan pelanggan, atau sistem pemberitahuan yang tersedia bagi pemegang tiket.
Langkah tersebut penting untuk menghindari ketidakpastian ketika terjadi perubahan jadwal akibat kondisi cuaca maupun faktor operasional lainnya. Penumpang juga perlu memastikan kembali waktu keberangkatan, status penerbangan, dan ketentuan yang harus dipenuhi apabila penerbangan mengalami pembatalan.
Bagi penumpang yang memiliki perjalanan lanjutan, komunikasi dengan maskapai menjadi penting untuk mengetahui pilihan penyesuaian perjalanan. Dengan memperoleh informasi lebih awal, penumpang dapat mempertimbangkan alternatif yang tersedia sesuai kebijakan yang berlaku.
Selain memperhatikan jadwal, masyarakat juga perlu menjaga kondisi kesehatan ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap. Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat dan menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di lingkungan berasap dapat menjadi langkah perlindungan awal. Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan sebaiknya mencari bantuan medis apabila keluhan berlanjut atau memburuk.
Sementara itu, pengelola bandara perlu terus memantau perkembangan jarak pandang dan menyampaikan informasi operasional secara berkala. Penyampaian informasi yang jelas dapat membantu penumpang memahami situasi dan mengurangi kebingungan ketika terjadi perubahan jadwal.
Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas
Pembatalan dua penerbangan Scoot pada Kamis (22/10/2026) menunjukkan bagaimana kabut asap dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas transportasi udara. Penurunan jarak pandang hingga 350 meter menjadi kondisi yang memerlukan perhatian serius dalam pelaksanaan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Penerbangan TR254 dari Singapura menuju Palembang dan TR255 dari Palembang menuju Singapura tercatat dibatalkan dalam pembaruan operasional pagi hari. Pembatalan penerbangan kedatangan turut memengaruhi penerbangan keberangkatan pada rute yang sama.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa kondisi lingkungan memiliki kaitan erat dengan kelancaran transportasi. Penanganan kabut asap dan kebakaran hutan serta lahan perlu terus menjadi perhatian agar dampaknya terhadap masyarakat dan berbagai sektor kegiatan dapat dikurangi.
Bagi penumpang, langkah paling penting adalah mengikuti informasi resmi dan memastikan status perjalanan sebelum menuju bandara. Adapun bagi pengelola penerbangan, pemantauan kondisi serta penerapan prosedur keselamatan tetap menjadi bagian utama dalam menentukan operasional pesawat.
Dengan koordinasi yang baik antara pengelola bandara, maskapai, dan penumpang, dampak perubahan jadwal diharapkan dapat ditangani secara lebih tertib. Namun, selama kondisi jarak pandang belum mendukung, keselamatan harus tetap ditempatkan di atas kepentingan untuk mempertahankan jadwal penerbangan.

















































You must be logged in to post a comment Login