SOLO, NortonNews.com – Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga atau yang dikenal dengan sapaan Bro Ron, mendatangi kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (21/10/2026). Kedatangan Bro Ron bersama rombongan tersebut bertujuan menyampaikan aspirasi kader PSI di berbagai daerah yang menginginkan Jokowi menempati posisi strategis dalam kepengurusan partai, termasuk sebagai Ketua Umum PSI.
Dilansir dari CNN Indonesia – Kamis (22/10/2026), Bro Ron menjelaskan bahwa kunjungannya merupakan tindak lanjut dari berbagai permintaan yang disampaikan kader di tingkat daerah. Sejumlah kader berharap Jokowi tidak hanya menjadi anggota partai, tetapi juga mengambil peran langsung dalam struktur kepemimpinan PSI.
Menurut Bro Ron, aspirasi tersebut muncul karena para kader menilai pengalaman Jokowi dalam pemerintahan dan politik nasional dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan partai. Mereka berharap kehadiran mantan presiden tersebut mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan daya tarik PSI di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Bro Ron menyampaikan bahwa aspirasi yang diterima dari daerah tidak hanya mengarah pada satu jabatan. Sebagian kader menginginkan Jokowi menjadi Ketua Umum PSI, sedangkan kelompok lainnya berharap mantan Wali Kota Solo itu menduduki posisi Ketua Dewan Pembina.
Bro Ron menegaskan bahwa pihaknya berupaya menampung berbagai usulan tersebut tanpa menutup ruang bagi perbedaan pandangan di internal partai. Menurutnya, aspirasi kader merupakan bagian dari dinamika organisasi yang perlu disampaikan kepada tokoh yang bersangkutan.
Kader Daerah Ingin Jokowi Memegang Jabatan Strategis
Bro Ron mengungkapkan bahwa dorongan agar Jokowi masuk ke jajaran pengurus pusat PSI telah disampaikan oleh sejumlah kader dari berbagai wilayah. Ia mencontohkan pengurus PSI dari Cirebon yang sebelumnya juga menyampaikan harapan serupa.
Menurutnya, keinginan tersebut menunjukkan adanya dorongan dari tingkat akar rumput agar Jokowi mengambil peran yang lebih besar dalam perkembangan partai. Para kader berharap pengalaman kepemimpinan Jokowi dapat menjadi salah satu faktor yang membantu PSI memperluas jangkauan politiknya.
Meski begitu, Bro Ron menjelaskan bahwa usulan mengenai jabatan Jokowi masih beragam. Ada kader yang menginginkan mantan presiden tersebut menjadi Ketua Umum, sementara yang lain menilai posisi Ketua Dewan Pembina juga dapat menjadi pilihan.
Ia menyampaikan bahwa seluruh aspirasi itu diterima oleh jajaran pengurus partai dan disampaikan kepada Jokowi dalam pertemuan di Solo. Namun, penyampaian usulan tersebut belum berarti bahwa keputusan mengenai jabatan baru telah ditetapkan.
Bro Ron juga mengungkapkan bahwa PSI berupaya membuka ruang komunikasi bagi para kader di daerah. Menurutnya, masukan dari tingkat bawah perlu diperhatikan karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat dan memahami dinamika politik di wilayah masing-masing.
Dengan adanya komunikasi tersebut, pengurus pusat dapat mengetahui harapan kader sekaligus mempertimbangkan langkah organisasi yang sesuai dengan mekanisme internal partai.
Keputusan Akhir Masih Mengikuti Mekanisme Internal PSI
Meskipun sejumlah kader menginginkan Jokowi menduduki jabatan penting, Bro Ron menegaskan bahwa keputusan mengenai struktur kepengurusan tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku di PSI.
Posisi Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina memiliki mekanisme penentuan yang berbeda. Karena itu, aspirasi yang disampaikan kader perlu dibahas lebih lanjut sebelum dapat menjadi keputusan resmi partai.
Bro Ron menyebut bahwa penentuan Ketua Umum berkaitan dengan mekanisme pemilihan di internal partai. Sementara itu, penetapan Ketua Dewan Pembina juga harus mengikuti aturan organisasi dan kewenangan pihak yang berhak mengambil keputusan.
Saat ini, posisi Ketua Umum PSI masih dipegang oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi. Oleh sebab itu, apabila muncul perubahan dalam kepengurusan, prosesnya harus disesuaikan dengan ketentuan organisasi yang berlaku.
Bro Ron juga menyampaikan bahwa respons Jokowi terhadap aspirasi tersebut belum memberikan kepastian mengenai jabatan yang akan ditempatinya. Ia meminta masyarakat menunggu perkembangan berikutnya karena belum ada keputusan final yang dapat diumumkan.
Menurutnya, PSI akan terus menampung aspirasi kader dan membicarakan kemungkinan langkah selanjutnya melalui mekanisme internal. Dengan demikian, usulan agar Jokowi menjadi Ketua Umum maupun Ketua Dewan Pembina masih perlu dibedakan dari keputusan resmi mengenai susunan kepengurusan partai.
PSI Sebut Jokowi Memiliki Daya Tarik Politik
Dalam keterangannya, Bro Ron juga menjelaskan alasan para kader berharap Jokowi mengambil peran lebih besar di PSI. Ia menilai pengalaman Jokowi sebagai kepala daerah hingga Presiden Republik Indonesia menjadi salah satu pertimbangan yang membuat kader ingin melihatnya masuk dalam jajaran pimpinan pusat.
Menurut Bro Ron, Jokowi masih memiliki daya tarik di tengah masyarakat. Ia mencontohkan bahwa kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah kerap menarik perhatian warga yang ingin bertemu, bersalaman, atau berfoto bersama.
Bro Ron menilai kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Jokowi masih menjadi figur yang dikenal luas oleh masyarakat. Ia berpendapat bahwa pengaruh politik mantan presiden itu berpotensi membantu PSI memperkenalkan program dan kegiatan partai kepada publik.
Namun, harapan tersebut masih berupa pandangan dan penilaian dari pihak PSI. Dampaknya terhadap perkembangan partai tentu akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk strategi organisasi, kerja kader di daerah, program yang ditawarkan, serta respons masyarakat terhadap kegiatan politik PSI.
Kehadiran tokoh nasional dalam kepengurusan partai juga tidak secara otomatis menjamin peningkatan dukungan publik. Karena itu, partai tetap perlu menjalankan konsolidasi organisasi dan membangun komunikasi dengan masyarakat untuk memperkuat basis dukungannya.
Bro Ron menyampaikan keyakinannya bahwa keterlibatan Jokowi dalam struktur partai dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan PSI. Meski demikian, ia tidak menyatakan bahwa keputusan mengenai jabatan tersebut sudah ditetapkan.
Aspirasi Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina Juga Muncul
Selain dorongan agar Jokowi menjadi Ketua Umum, terdapat pula aspirasi yang mengarah pada posisi Ketua Dewan Pembina PSI. Usulan tersebut sebelumnya disampaikan oleh sejumlah kader yang menginginkan Jokowi mengambil peran sebagai tokoh senior dalam struktur organisasi partai.
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali juga pernah menyampaikan bahwa partainya menerima sejumlah permintaan dari kader yang berharap Jokowi menduduki posisi Ketua Dewan Pembina. Wacana tersebut mencuat menjelang agenda internal PSI yang direncanakan berlangsung di Surabaya pada November 2026.
Meski demikian, Ahmad Ali menegaskan bahwa usulan tersebut belum otomatis menjadi keputusan resmi. Penetapan jabatan tetap memerlukan pembahasan dan mengikuti mekanisme internal yang berlaku.
Perbedaan usulan mengenai jabatan Jokowi menunjukkan bahwa para kader masih membicarakan bentuk keterlibatan yang dianggap sesuai bagi mantan presiden tersebut. Sebagian menginginkan Jokowi memimpin partai secara langsung sebagai Ketua Umum, sedangkan pihak lain melihat posisi Ketua Dewan Pembina sebagai alternatif.
Kedua usulan tersebut memiliki konsekuensi organisasi yang berbeda. Oleh karena itu, keputusan akhir tidak hanya berkaitan dengan aspirasi kader, tetapi juga mempertimbangkan aturan partai dan pembagian kewenangan dalam kepengurusan.
Langkah PSI Menuju Konsolidasi Politik 2029
Dorongan agar Jokowi masuk dalam kepengurusan pusat PSI juga berkaitan dengan persiapan partai menghadapi agenda politik mendatang, termasuk Pemilu 2029. Sejumlah kader berharap pengalaman dan popularitas Jokowi dapat membantu memperluas pengenalan masyarakat terhadap partai.
Bagi PSI, konsolidasi organisasi menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan politik. Kegiatan tersebut mencakup penguatan struktur kepengurusan, koordinasi antardaerah, serta penyampaian aspirasi kader kepada pimpinan pusat.
Namun, penguatan partai tidak hanya bergantung pada sosok yang berada di tingkat pusat. Aktivitas kader di daerah, program yang ditawarkan kepada masyarakat, dan kemampuan partai menjawab kebutuhan publik juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Dalam konteks ini, aspirasi agar Jokowi mengambil posisi strategis dapat dipahami sebagai salah satu usulan internal yang sedang berkembang. Keputusan mengenai apakah Jokowi akan menjadi Ketua Umum, Ketua Dewan Pembina, atau tetap berada di luar struktur kepengurusan tertentu masih menunggu perkembangan selanjutnya.
Bro Ron menegaskan bahwa pesan dari kader di berbagai daerah telah disampaikan secara langsung kepada Jokowi. Ia meminta publik mengikuti perkembangan berikutnya karena belum ada kepastian mengenai jabatan yang akan ditempati mantan presiden tersebut.
Hingga Kamis (22/10/2026), belum terdapat keputusan final yang diumumkan mengenai perubahan posisi Jokowi dalam kepengurusan PSI. Aspirasi kader masih menjadi bagian dari pembahasan internal, sedangkan penetapan jabatan harus mengikuti aturan organisasi yang berlaku.

















































You must be logged in to post a comment Login