Connect with us

Hi, what are you looking for?

Health

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kendari, Siswa PAUD hingga SMP Jalani Pembelajaran Jarak Jauh

KENDARI, NortonNews.com – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berdampak terhadap kegiatan pendidikan. Pemerintah Kota Kendari memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik tingkat TK, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kebijakan ini diambil sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik dari paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dilansir dari ANTARA Sultra –  pada Senin, 19 Oktober 2026, sejumlah pelajar di Kendari telah mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah. Dalam dokumentasi yang diterbitkan ANTARA, siswa SMP Frater Kendari terlihat mengikuti pembelajaran jarak jauh dan membaca materi pelajaran menggunakan perangkat telepon genggam. Sementara itu, seorang pengajar SMP Negeri 5 Kendari terlihat memberikan materi pembelajaran dalam pelaksanaan kegiatan belajar jarak jauh.

Pemerintah Kota Kendari menetapkan kebijakan tersebut berlaku mulai 16 hingga 23 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan setelah kondisi kualitas udara di wilayah tersebut mengalami penurunan akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian karena kualitas udara yang buruk berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Melalui pembelajaran jarak jauh, pemerintah berupaya menjaga agar kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengharuskan peserta didik melakukan aktivitas rutin di lingkungan sekolah selama kondisi udara belum aman.

Pemkot Kendari Prioritaskan Kesehatan dan Keselamatan Siswa

Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah penyesuaian kegiatan pendidikan setelah kabut asap berdampak terhadap kualitas udara di wilayah tersebut. Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran Wali Kota Kendari mengenai pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh atau pembelajaran daring akibat bencana kebakaran hutan dan lahan.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut bertujuan mengantisipasi dampak kesehatan yang mungkin dialami anak-anak akibat paparan kabut asap. Pemerintah daerah menilai perlindungan terhadap peserta didik perlu menjadi prioritas selama kondisi lingkungan belum mendukung kegiatan belajar secara langsung.

Pemberlakuan PJJ mencakup satuan pendidikan tingkat TK, PAUD, SD, dan SMP yang berada dalam lingkup kebijakan pendidikan Pemerintah Kota Kendari. Dengan demikian, sekolah perlu menyesuaikan metode pembelajaran agar siswa tetap dapat memperoleh materi pelajaran dari rumah.

Kebijakan tersebut bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan sepenuhnya. Sekolah tetap menjalankan proses belajar melalui metode yang disesuaikan dengan situasi, termasuk memanfaatkan teknologi komunikasi dan platform pembelajaran digital.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa kondisi lingkungan dapat memengaruhi pelaksanaan kegiatan pendidikan. Ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap, pemerintah dan pihak sekolah perlu mempertimbangkan cara belajar yang lebih aman bagi peserta didik.

Kabut Asap Karhutla Picu Kekhawatiran terhadap Kualitas Udara

Kabut asap yang menyelimuti Kendari berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar. Asap yang terbawa dari daerah lain dapat memengaruhi kualitas udara di wilayah yang tidak menjadi lokasi utama kebakaran.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena paparan asap dapat mengganggu kesehatan, khususnya pada kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Partikel yang terkandung dalam asap kebakaran dapat masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan iritasi pada mata, hidung, serta tenggorokan. Paparan dalam kondisi tertentu juga dapat memperburuk masalah pernapasan yang sudah dimiliki seseorang.

Bagi anak-anak usia sekolah, paparan polusi udara perlu diperhatikan karena mereka masih menjalani proses pertumbuhan dan perkembangan. Aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dapat meningkatkan risiko terpapar polutan.

Karena itu, keputusan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh menjadi salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan pemerintah daerah. Meski demikian, pembelajaran dari rumah juga perlu disertai dengan upaya lain, seperti memantau kondisi udara dan memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Pemerintah diharapkan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kabut asap. Informasi mengenai kualitas udara menjadi penting sebagai dasar dalam menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan melanjutkan atau mengakhiri kebijakan pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran Daring Dilaksanakan melalui Berbagai Media

Selama kebijakan PJJ berlangsung, sekolah dan guru diberikan keleluasaan untuk menggunakan berbagai sarana pembelajaran yang dapat diakses peserta didik dari rumah. Beberapa media yang dapat dimanfaatkan antara lain WhatsApp Group, Google Classroom, Learning Management System (LMS), serta platform pembelajaran interaktif lainnya.

Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan guru tetap menyampaikan materi, memberikan tugas, dan berkomunikasi dengan siswa meskipun kegiatan belajar tidak dilakukan secara langsung di ruang kelas.

Guru juga perlu menyesuaikan metode penyampaian materi dengan kemampuan dan kondisi peserta didik. Pembelajaran jarak jauh membutuhkan komunikasi yang jelas antara guru, siswa, dan orang tua agar kegiatan belajar dapat berlangsung secara teratur.

Dalam situasi darurat kabut asap, beban pembelajaran juga perlu disesuaikan dengan kondisi siswa. Materi dapat difokuskan pada kompetensi utama, seperti literasi, numerasi, serta penguatan karakter, tanpa memberikan beban tugas yang berlebihan.

Penyesuaian tersebut diperlukan agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran tanpa menghadapi tekanan tambahan di tengah kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Selain itu, sekolah perlu memastikan bahwa setiap siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti kegiatan belajar. Tidak semua keluarga memiliki perangkat elektronik, jaringan internet, atau fasilitas yang memadai untuk menunjang pembelajaran daring.

Untuk mengatasi kendala tersebut, sekolah dapat menyediakan alternatif berupa lembar kerja dan bahan ajar cetak. Dengan cara ini, siswa yang mengalami keterbatasan akses teknologi tetap memiliki kesempatan untuk mempelajari materi yang diberikan guru.

Orang Tua Diminta Membatasi Aktivitas Anak di Luar Rumah

Selain menyesuaikan kegiatan belajar, pemerintah daerah juga mengimbau orang tua agar memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah selama kabut asap masih memengaruhi kualitas udara.

Pembatasan aktivitas luar ruangan menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap. Orang tua diharapkan dapat mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran jarak jauh sekaligus memastikan kebutuhan belajar mereka tetap terpenuhi.

Apabila terdapat keperluan mendesak yang mengharuskan anak atau anggota keluarga beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan mengikuti imbauan kesehatan dari pihak berwenang, termasuk menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel.

Masyarakat juga perlu memperhatikan gejala kesehatan yang mungkin muncul, seperti batuk, iritasi mata, sesak napas, atau keluhan pernapasan lainnya. Apabila mengalami gangguan kesehatan, warga sebaiknya mencari bantuan tenaga medis sesuai kebutuhan.

Peran orang tua menjadi penting karena perubahan sistem belajar dapat memengaruhi rutinitas anak. Pendampingan diperlukan agar anak tetap memiliki jadwal belajar yang teratur, mendapatkan waktu istirahat yang cukup, dan tidak terlalu lama menggunakan perangkat elektronik.

Di sisi lain, komunikasi antara orang tua dan guru perlu dijaga agar kendala pembelajaran dapat segera diketahui. Dengan koordinasi yang baik, proses pendidikan diharapkan tetap berjalan selama kebijakan darurat diberlakukan.

Sekolah Tetap Memantau Proses Pembelajaran

Meskipun siswa belajar dari rumah, tanggung jawab sekolah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan tetap berjalan. Kepala satuan pendidikan perlu memantau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dan memastikan materi dapat diterima oleh peserta didik.

Guru juga diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku dengan memperhatikan kondisi lingkungan serta arahan pemerintah daerah. Pengawas sekolah berperan melakukan pemantauan dan memberikan pendampingan kepada satuan pendidikan selama kebijakan berlangsung.

Pelaksanaan PJJ membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, sekolah, guru, orang tua, dan siswa. Setiap pihak memiliki peran untuk memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung sekaligus memprioritaskan kesehatan.

Pemerintah Kota Kendari juga membuka kemungkinan untuk menyesuaikan kebijakan berdasarkan perkembangan kondisi udara. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dapat diperpanjang, diubah, atau dihentikan sesuai hasil pemantauan serta arahan pemerintah daerah.

Keputusan mengenai kelanjutan pembelajaran tatap muka perlu mempertimbangkan situasi lingkungan dan keselamatan warga sekolah. Dengan demikian, proses kembali ke sekolah dapat dilakukan ketika kondisi memungkinkan dan kebijakan resmi telah ditetapkan.

Keberlangsungan Pendidikan di Tengah Kondisi Darurat

Penerapan pembelajaran jarak jauh di Kendari menunjukkan pentingnya kesiapan sistem pendidikan dalam menghadapi situasi darurat lingkungan. Bencana kabut asap tidak hanya memengaruhi aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat mengubah pola kegiatan belajar di sekolah.

Dalam keadaan seperti ini, pemerintah perlu menyeimbangkan dua kepentingan utama, yaitu perlindungan kesehatan dan keberlangsungan pendidikan. Keduanya harus diperhatikan agar siswa tidak terpapar risiko lingkungan secara berlebihan sekaligus tidak kehilangan kesempatan untuk memperoleh pembelajaran.

Pengalaman belajar dari rumah juga menunjukkan pentingnya akses teknologi dan ketersediaan bahan ajar alternatif. Sekolah perlu memiliki pilihan metode pembelajaran yang dapat digunakan ketika kegiatan tatap muka tidak memungkinkan dilakukan.

Selain penyesuaian pendidikan, penanganan penyebab kabut asap juga perlu menjadi perhatian. Kebakaran hutan dan lahan memerlukan upaya pencegahan serta penanggulangan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait. Pengendalian kebakaran menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko pencemaran udara yang dapat berdampak luas.

Hingga Senin, 19 Oktober 2026, pembelajaran jarak jauh bagi siswa TK/PAUD, SD, dan SMP di Kota Kendari dijadwalkan berlangsung sampai 23 Oktober 2026. Pelaksanaan selanjutnya bergantung pada perkembangan kondisi udara dan kebijakan pemerintah daerah.

Pemerintah Kota Kendari mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik tanpa mengabaikan kebutuhan pendidikan. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi, mematuhi imbauan kesehatan, dan mendukung pelaksanaan pembelajaran selama kondisi kabut asap masih menjadi perhatian.

Melalui kerja sama antara pemerintah, sekolah, guru, dan keluarga, kegiatan pendidikan diharapkan tetap berlangsung dengan baik. Pada saat yang sama, langkah pencegahan terhadap paparan kabut asap perlu terus dilakukan agar kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, tetap terlindungi.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...