
Thomas Hidayat Kurniawan (CEO MK Academy) memberikan pemaparan terkait sertifikasi FSC dalam talkshow “Understanding FSC for Architects: From Certification to Construction” pada ajang ARCH:ID 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. Dalam sesi ini, ia menjelaskan implementasi standar Forest Management (FM) dan Chain of Custody (CoC), kesiapan audit (audit readiness & compliance), serta strategi optimalisasi sertifikasi untuk mendukung kebutuhan bisnis berkelanjutan.
Tangerang Selatan, 24 April 2026 MK Academy memperkuat posisinya sebagai FSC Promotional License Holder melalui keterlibatan aktif dalam rangkaian ARCH ID 2026, yang merupakan forum arsitektur dan acara perdagangan tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan PT CIS Exhibition. Sejak 2020, acara ini telah menjadi platform terpercaya bagi industri arsitektur dan lingkungan binaan untuk terhubung, berkolaborasi, dan berinovasi yang tahun 2026 ini diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang Selatan. Dalam momentum ini, MK Academy mengambil peran strategis tidak hanya sebagai bagian dari diskursus, tetapi juga sebagai mitra implementasi bagi perusahaan yang ingin masuk ke dalam ekosistem material berkelanjutan melalui sertifikasi FSC
Melalui sesi talkshow bertajuk “Understanding FSC for Architects: From Certification to Construction”, MK Academy bersama dengan para mitra FSC turut memberikan pemahaman menyeluruh terkait sistem sertifikasi FSC sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri, arsitek, dan developer. Sebagai lembaga training dan konsultan, MK Academy telah berpengalaman sejak tahun 2008 dalam mendampingi berbagai perusahaan dalam proses: Persiapan sertifikasi FSC, Implementasi standar Forest Management (FM) dan Chain of Custody (CoC), Audit readiness dan compliance, dan Optimalisasi sertifikasi untuk kebutuhan bisnis.
Keterlibatan MK Academy dalam ARCHID 2026 menjadi langkah strategis untuk memperluas pemahaman pasar bahwa sertifikasi FSC bukan hanya kewajiban keberlanjutan, tetapi juga alat untuk meningkatkan daya saing industri. Seiring meningkatnya tuntutan global terhadap praktik keberlanjutan, perusahaan yang memiliki sertifikasi FSC memiliki keunggulan dalam: Akses ke pasar internasional, Kepercayaan stakeholder dan klien, Diferensiasi produk di industri, dan Kepatuhan terhadap standar lingkungan. MK Academy hadir untuk memastikan bahwa proses tersebut dapat dilakukan secara sistematis, terstruktur, efisien, dan bemilai bisnis.
Thomas Hidayat Kumiawan – CEO MK Academy, menegaskan bahwa kebutuhan terhadap sertifikasi FSC kini telah menjadi bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar kepatuhan. “Saat ini sertifikasi FSC bukan lagi pilihan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi perusahaan yang ingin bersaing di pasar global yang semakin menuntut standar keberlanjutan. MK Academy hadir sebagai partner end-to-end yang tidak hanya membantu proses sertifikasi, tetapi juga memastikan bahwa sertifikasi tersebut memberikan nilai bisnis nyata, baik dalam membuka akses pasar baru, meningkatkan kredibilitas perusahaan, maupun memperkuat positioning brand di industri.”
Melalui keterlibatan di ARCH:ID 2026, MK Academy juga membuka peluang kerja sama dengan Perusahaan manufaktur berbasis kayu, Developer dan kontraktor, Arsitek dan konsultan desain serta Pelaku industri yang ingin beralih ke material berkelanjutan/Sustainable Material. Langkah ini menjadi bagian dari upaya MK Academy dalam membangun ekosistem yang terintegrasi antara sertifikasi, produksi, dan implementasi di lapangan.
















































You must be logged in to post a comment Login