Jakarta, NortonNews.com – Perkembangan terbaru muncul dalam kasus dugaan pengabaian tugas wajib militer yang menjerat Song Mino. Sidang perdana perkara ini digelar pada Selasa (21/4/2026) di Pengadilan Distrik Seoul Barat, dengan jaksa menuntut hukuman penjara selama 1,5 tahun bagi anggota WINNER tersebut.
Mengutip Korea JoongAng Daily, tim jaksa yang menangani perkara sepakat meminta majelis hakim menjatuhkan vonis 18 bulan penjara. Tuntutan itu dinilai sepadan dengan kelalaian yang terjadi selama masa wajib militernya.
Dalam persidangan, Mino hadir dan mengakui seluruh dakwaan yang ditujukan kepadanya. Ia juga menyampaikan harapan agar diberi kesempatan kedua untuk mengulang masa wajib militer sebagai bentuk tanggung jawab atas kesalahannya.
“Sebagai figur publik yang mendapat banyak dukungan, saya menyesal karena justru memperlihatkan sisi yang memalukan, bukan menjadi teladan.
Dilansir dari Detik.com – Jika diberi kesempatan untuk kembali mengabdi, saya ingin menjalaninya dengan penuh tanggung jawab hingga selesai,” ujarnya di hadapan hakim.
Kasus dugaan pengabaian tugas wajib militer yang melibatkan Song Mino mulai mencuat sejak Desember 2024, setelah pertama kali diungkap oleh media Korea Selatan, Dispatch.
Dalam laporan tersebut, pelantun “REALLY REALLY” itu dituding tidak menjalankan kewajibannya dengan baik, termasuk kerap absen dan tidak hadir di tempat tugas dengan alasan seperti sakit atau mengambil cuti.
Tuduhan itu sempat dibantah oleh dua pihak. Fasilitas Kesejahteraan Penduduk Mapo menyatakan Mino tidak melakukan pelanggaran seperti yang diberitakan. Hal serupa juga disampaikan oleh agensinya, YG Entertainment, yang membela sang artis.
Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen menyebut sulit memberikan rincian spesifik terkait tugas pelayanan publik Mino.
Namun, mereka menegaskan bahwa izin sakit yang diambil merupakan bagian dari perawatan yang sudah dijalani sebelum masa dinas, sementara cuti lainnya digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski begitu, hasil penyelidikan kepolisian justru menemukan indikasi berbeda. Temuan tersebut akhirnya membawa kasus ini ke meja hijau setelah lebih dari satu tahun bergulir.
Sebelumnya, Mino tidak mengikuti pelatihan dasar militer dan menjalani tugas sebagai pekerja pelayanan publik di Perusahaan Manajemen Fasilitas Mapo sejak 24 Maret 2023. Setahun kemudian, ia dipindahkan ke Fasilitas Kesejahteraan Penduduk.
Ia telah menyelesaikan masa wajib militernya pada 23 Desember 2024. Namun, bukannya berakhir, persoalan justru muncul dan berlanjut hingga proses hukum.


















































You must be logged in to post a comment Login