
Ilustrasi Gibah.
Jakarta, Norton News – Dilansir dari Detik.com, Puasa Ramadan adalah ibadah wajib dengan pahala yang luar biasa besar. Dalam hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, kecuali puasa yang ganjarannya hanya diketahui oleh Allah SWT.
Dengan besarnya pahala yang dijanjikan, umat Muslim dianjurkan untuk menjauhi berbagai perbuatan yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala puasa.
Perbuatan yang Merusak Pahala Puasa
Dalam riwayat Anas bin Malik RA, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa ada lima perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa, yaitu:
- Berbohong
Berbohong atau berdusta adalah menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai kenyataan. Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa seseorang tidak bernilai jika ia tetap berkata dusta. Bahkan, orang yang berpuasa tetapi masih berbohong disebut memiliki sifat munafik. - Menggunjing (Ghibah)
Membicarakan keburukan atau kekurangan orang lain dilarang dalam Islam, apalagi saat berpuasa. Allah SWT melarang ghibah dalam Surat Al-Hujurat ayat 12, yang menyamakannya dengan perbuatan memakan daging saudara sendiri yang telah mati. - Mengadu Domba (Namimah)
Menyebarkan fitnah atau mengadu domba dapat menyebabkan perpecahan di antara sesama manusia. Dalam Surat Al-Qalam ayat 10-11, Allah melarang tindakan menyebarkan kebohongan yang dapat menimbulkan perselisihan. - Bersumpah Palsu
Sumpah palsu disebut sebagai ‘al-yamin al-ghamus’ karena dapat membawa pelakunya ke dalam neraka. Rasulullah SAW bahkan menggolongkan sumpah palsu sebagai dosa besar yang setara dengan syirik, durhaka kepada orang tua, dan pembunuhan. - Memandang dengan Syahwat
Menjaga pandangan adalah salah satu perintah Allah dalam Surat An-Nur ayat 30. Pandangan yang disertai syahwat dapat menjerumuskan seseorang ke dalam zina, sehingga harus dihindari agar pahala puasa tetap terjaga.
Selain lima perbuatan di atas, pahala puasa juga bisa berkurang karena berkata kotor, mengejek orang lain, mendengar atau menonton hal yang diharamkan, serta tidur sepanjang hari tanpa melakukan ibadah.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang dapat merusak pahalanya. Oleh karena itu, umat Muslim hendaknya menerapkan akhlak yang baik, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.























































You must be logged in to post a comment Login