Jakarta, Norton News — Dilansir dari Reuters, Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia, mengungkapkan bahwa pemerintah telah memulai negosiasi dengan Inggris untuk memulangkan Reynhard Sinaga yang dikenal sebagai pelaku pemerkosaan paling berat dalam sejarah negara tersebut.
Langkah ini dilakukan bersamaan dengan upaya pemerintah untuk membawa pulang Hambali—salah satu dalang tragedi Bom Bali 2002—yang saat ini ditahan di penjara Teluk Guantanamo.
Reynhard, berusia 41 tahun, dijatuhi hukuman pada tahun 2020 di Manchester setelah terbukti menyerang 48 pria. Ia membius mereka setelah membawa mereka kembali ke apartemennya dari bar dan klub di kota tersebut.
Pengadilan Manchester memberikan hukuman penjara setidaknya 30 tahun kepada Reynhard untuk 159 pelanggaran yang terjadi antara Januari 2015 dan Mei 2017.
Yusril menyampaikan kepada wartawan pada Kamis malam (6/2) bahwa negosiasi dengan pemerintah Inggris masih dalam tahap awal.
Dia menambahkan bahwa mekanisme pemulangan akan ditentukan nanti, apakah melalui transfer tahanan atau pertukaran dengan warga Inggris yang dipenjara di Indonesia.
“Betapa pun salahnya seorang warga negara, negara memiliki kewajiban untuk membela warga negaranya,” ujar Yusril.
“Itu bukan pekerjaan mudah bagi kami,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa ada banyak hal yang perlu dinegosiasikan dengan pemerintah Inggris.
Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengumumkan pada hari Sabtu (8/2) bahwa mereka belum memiliki perjanjian pemindahan tahanan dengan Indonesia, yang dibutuhkan untuk memindahkan tahanan dari negara tersebut.
Pemerintah saat ini sedang berupaya untuk memulangkan Riduan Isamuddin, yang lebih dikenal sebagai Hambali. Ia diduga terlibat dalam beberapa serangan mematikan, termasuk pengeboman di Bali pada tahun 2002.
Berdasarkan peraturan di Inggris, Yusril menyatakan bahwa Reynhard baru bisa mengajukan permohonan pengurangan hukuman setelah menjalani 30 tahun penjara.
Keluarga Reynhard telah menggelar pertemuan dengan perwakilan kementerian untuk meminta agar dirinya dipulangkan.
Jika pemerintah Inggris menyetujui pemulangannya, Reynhard akan ditempatkan di penjara dengan pengamanan maksimum, kata Yusril. “Jika tidak, dia akan menimbulkan masalah baru.”
Reynhard, yang telah tinggal di Inggris sejak 2007, membidik pria muda yang tampak mabuk atau rentan dan kemudian memberikan obat penenang hingga mereka pingsan.
Penyelidikan kasus pemerkosaan tersebut adalah yang terbesar dalam sejarah hukum di Inggris.























































You must be logged in to post a comment Login