Jakarta, NortonNews.com – Gempa kembali mengguncang Indonesia di awal pekan, Senin (20/4/2026). Hingga pukul 21.30 WIB, tercatat empat kali gempa menggoyang Tanah Air.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa pertama pada hari itu terjadi pada siang hari, tepatnya pukul 12.19.37 WIB, dengan pusat gempa berada di wilayah Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Episenter gempa berada pada koordinat 8,01 Lintang Selatan (LS) dan 124,38 Bujur Timur (BT). Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,1 dengan kedalaman 173 kilometer. BMKG menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Pusat gempa terletak sekitar 36 kilometer di barat laut Alor, Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, pada malam hari pukul 18.09.38 WIB, gempa juga mengguncang wilayah Berau, Kalimantan Timur. Gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 4,3 dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menjelaskan bahwa pusat gempa berada di daratan, sekitar 76 kilometer di selatan Berau.
Dilansir dari Liputan6.com – Getaran gempa dirasakan dengan intensitas II MMI di Berau dan II–III MMI di Kecamatan Karangan. Episenter gempa tercatat pada koordinat 1,39 Lintang Utara (LU) dan 117,55 Bujur Timur (BT).
Pada pukul 19.11.29 WIB, gempa juga terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Getaran gempa dirasakan dengan intensitas II MMI di wilayah Cidolog.
Pusat gempa berada di laut, sekitar 39 kilometer di barat daya Kabupaten Sukabumi, dengan magnitudo 3,4 dan kedalaman 34 kilometer. Episenter tercatat pada koordinat 7,28 Lintang Selatan (LS) dan 106,36 Bujur Timur (BT).
Selanjutnya, pada pukul 20.36.27 WIB, gempa kembali mengguncang wilayah Larantuka, Nusa Tenggara Timur. BMKG melaporkan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 3,1 dengan kedalaman 6 kilometer.
Episenter berada pada koordinat 8,47 Lintang Selatan (LS) dan 123,15 Bujur Timur (BT). Getaran gempa ini dirasakan dengan intensitas III–IV MMI di wilayah Solor Timur.
BMKG menjelaskan bahwa pusat gempa berada di laut, sekitar 27 kilometer tenggara Larantuka.
Apa Itu Gempa Bumi?
Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang bersifat merusak dan dapat terjadi kapan saja dalam waktu yang singkat. Indonesia sendiri termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi.
Bencana ini dapat menimbulkan kerugian besar, baik berupa korban jiwa maupun kerusakan materi.
Menurut WHO, secara global gempa bumi telah menyebabkan sekitar 750 ribu kematian dalam periode 1998–2017. Selain itu, lebih dari 125 juta orang terdampak akibat peristiwa gempa selama rentang waktu tersebut.
Tanggap Bencana Gempa Bumi
Meskipun tidak dapat dicegah, dampak gempa bumi dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan dan tanggap bencana. Salah satu upaya penting adalah memahami prosedur evakuasi serta mengikuti panduan keselamatan saat gempa terjadi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa gempa bumi adalah getaran atau guncangan di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, aktivitas patahan, gunung api, maupun runtuhan batuan.
Sementara itu, BMKG mendefinisikan gempa bumi sebagai peristiwa getaran bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam bumi, yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.
Menurut WHO, gempa bumi merupakan guncangan kuat yang terjadi secara tiba-tiba pada permukaan tanah akibat pergerakan lempeng tektonik di sepanjang zona patahan pada kerak bumi.Peristiwa ini dapat menimbulkan berbagai dampak, seperti guncangan tanah, likuefaksi, tanah longsor, retakan permukaan, runtuhan, kebakaran, hingga tsunami.

















































You must be logged in to post a comment Login