Karawang, NortonNews — Menghadapi lonjakan arus balik Lebaran 2026, Polda Jawa Barat menyiagakan personel di berbagai titik strategis yang berpotensi mengalami kepadatan, khususnya di jalur arteri wilayah Jawa Barat.
Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas sistem one way di jalan tol berdampak pada meningkatnya volume kendaraan yang dialihkan ke jalur arteri. Arus kendaraan dari arah barat ke timur, terutama dari Jakarta menuju wilayah Jawa, diprediksi akan memadati jalur non-tol tersebut.
Untuk mengantisipasi hal ini, personel kepolisian telah ditempatkan di titik-titik krusial, seperti persimpangan dan pertemuan arus kendaraan, guna mencegah terjadinya penumpukan lalu lintas yang berlebihan.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian utama di wilayah Karawang dan sekitarnya antara lain Simpang Jomin yang dikenal sebagai titik pertemuan arus kendaraan, serta jembatan di wilayah Sukra, Indramayu, yang kerap dipadati aktivitas masyarakat seperti tradisi buang koin yang dapat memperlambat laju kendaraan.
Selain itu, kawasan perbatasan Indramayu dan Kabupaten Cirebon, khususnya di Simpang Lohbener, juga diprediksi menjadi titik rawan kemacetan. Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian telah menyiapkan skema pengalihan arus, di mana kendaraan akan diarahkan masuk ke dalam kota sebelum kembali keluar melalui wilayah Kota Cirebon guna mengurai kepadatan.
Di samping itu, pengawasan terhadap kendaraan sumbu tiga juga terus diperketat selama periode arus balik. Sesuai dengan kebijakan yang berlaku, kendaraan jenis tersebut tetap dilarang melintas guna mengurangi potensi kemacetan di jalur arteri. Penindakan pun telah dilakukan terhadap sejumlah pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
Sebelumnya, Korlantas Polri juga telah memberlakukan rekayasa lalu lintas one way lokal Presisi dalam dua tahap. Tahap pertama diterapkan dari Km 132 Tol Cipali hingga Km 70 Cikampek Utama, sementara tahap kedua diberlakukan dari Km 263 Tol Pejagan hingga Km 70.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, serta meminimalisasi risiko kemacetan panjang di jalur arteri yang menjadi alternatif utama para pemudik.
















































You must be logged in to post a comment Login