
Kim Sae Ron. (Instagram.com/@ron_sae)
Jakarta, Norton News – Dilansir dari CNN Indonesia, Kematian aktris Kim Sae-ron di usia 24 tahun kembali memicu diskusi tentang tekanan sosial di Korea Selatan. Akademisi kesehatan jiwa Na Jong-ho dari Yale University School of Medicine menyoroti budaya yang menuntut kesempurnaan dan sulit memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang pernah melakukan kesalahan.
Na Jong-ho bahkan menyamakan kondisi ini dengan Squid Game, di mana masyarakat menyingkirkan individu yang melakukan kesalahan tanpa memberi mereka ruang untuk pulih. Ia menilai kematian Kim Sae-ron sebagai akibat dari tekanan sosial yang ekstrem dan budaya cancel yang merusak mental seseorang.
Kim Sae-ron ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Seongdong, Seoul, pada 16 Februari 2025. Polisi mendapat laporan dari temannya yang merasa khawatir karena aktris tersebut tak kunjung merespons janji pertemuan mereka.
Karier Kim Sae-ron mengalami kejatuhan setelah kecelakaan mobil akibat mengemudi dalam keadaan mabuk pada Mei 2022. Insiden itu memicu kecaman besar, pembatalan proyek, dan larangan tampil di televisi nasional. Sejak saat itu, ia kesulitan kembali ke industri hiburan.
Pemakamannya digelar pada 19 Februari 2025 di Seoul Asan Medical Center. Kasus ini menjadi pengingat serius tentang dampak tekanan sosial dan pentingnya dukungan bagi kesehatan mental.
















































You must be logged in to post a comment Login