London, Norton News – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan tak menyesali keputusannya untuk tidak menyeret Inggris ke dalam serangan awal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Sikap itu ia sampaikan langsung di House of CommonsOSC, Senin (2/3), saat memberikan pembaruan situasi konflik kepada parlemen.
Starmer menekankan, keputusan tersebut diambil secara sadar karena pemerintah meyakini jalur negosiasi adalah solusi terbaik. Inggris, katanya, tidak ikut dalam serangan ofensif AS-Israel dan hanya bertindak atas dasar pertahanan diri kolektif demi melindungi sekutu serta keselamatan warga negaranya.
Dilansir Dari Antara News – Menanggapi kritik Presiden AS Donald Trump yang menilai Inggris terlalu lama memberi akses pangkalan militer, Starmer menegaskan prioritasnya adalah kepentingan nasional Inggris. Trump bahkan disebut mengaku kecewa atas sikap London, sebagaimana dilaporkan แกรมกัน me fix: The Telegraph.
Namun, Starmer membedakan situasi awal konflik dengan perkembangan terbaru. Ia menyebut serangan balasan Iran sebagai tindakan “keterlaluan” yang kini mengancam warga Inggris, kepentingan nasional, serta sekutu-sekutunya.
Sekitar 200.000 warga Inggris masih berada di kawasan Timur Tengah, dengan risiko keamanan yang disebutnya sangat mengkhawatirkan. Ia juga mengungkap pangkalan militer Inggris di Bahrain sempat dihantam serangan Iran saat 300 personel berada tak jauh dari lokasi. Selain itu, serangan drone juga menargetkan RAF Akrotiri di Siprus.
Meski demikian, Starmer memastikan tidak ada korban jiwa. Ia juga menegaskan pangkalan Inggris di Siprus tidak digunakan untuk operasi pengeboman AS, serta menyebut drone yang menyerang diluncurkan sebelum keputusan resmi Inggris diumumkan.
















































You must be logged in to post a comment Login