
Keluarga penumpang Jeju Air yang mengalami kecelakaan menangis di Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024). Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS
Norton News – Dilansir dari KumparanNews, di tengah kecelakaan tragis pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12), seorang pramugari berinisial Lee (30) menjadi salah satu dari dua korban yang selamat. Meski mengalami patah tulang di bahu kiri dan cedera kepala, Lee tetap sadar saat tiba di rumah sakit.
Namun, reaksi Lee menarik perhatian. Ketika ditanya dokter tentang bagian tubuh yang sakit, Lee justru balik bertanya, “Kenapa saya bisa berada di sini?” Ia mengaku hanya mengingat mengencangkan sabuk pengaman sebelum pesawat mendarat, lalu kehilangan kesadaran hingga tersadar di rumah sakit.
Menurut pihak rumah sakit, reaksi ini diduga disebabkan oleh trauma dan kepanikan akibat situasi darurat. Seorang petugas medis menduga Lee mengkhawatirkan kondisi para penumpang lainnya.
Kecelakaan tersebut merenggut nyawa 177 orang, sementara hanya Lee dan seorang awak pria berusia 20-an yang berhasil diselamatkan. Kondisi pria tersebut saat ini belum dirinci lebih lanjut.

Petugas pemadam kebakaran melakukan operasi pemadaman di sebuah pesawat yang melaju kabur di Bandara Internasional Muan di Muan, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024). Foto: Yonhap via REUTERS
Dalam laporan awal, salah satu korban selamat menyebut pesawat mungkin menabrak kawanan burung, tetapi penyebab pasti kecelakaan masih dalam investigasi. Lee, yang bertanggung jawab atas penumpang di bagian belakang pesawat, kini dirawat di rumah sakit dengan kondisi stabil dan akan segera dipindahkan ke fasilitas medis di Seoul sesuai permintaan keluarganya.















































You must be logged in to post a comment Login