Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Militer AS Gunakan AI Data Kita Terancam

NortonNews.com –  melaporkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) bernama Claude dalam operasi serangan ke Iran dan Venezuela. Mengutip The Guardian (1/3/2026), penggunaan Claude dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran juga diberitakan oleh Wall Street Journal dan Axios.

Dalam operasi tersebut, AS dan Israel disebut melakukan serangan mendadak pada 28 Oktober 2026 ke sejumlah lokasi di Iran.

Laporan itu menyebutkan bahwa komando militer AS memakai AI buatan perusahaan Anthropic tersebut untuk mendukung analisis intelijen, menentukan target, serta melakukan simulasi medan perang.

Beberapa jam sebelum serangan ke Iran dimulai, Presiden AS Donald Trump memerintahkan seluruh lembaga federal untuk segera menghentikan penggunaan AI Claude, model kecerdasan buatan dari Anthropic.

Dilansir dari Kompas.com – Namun laporan menyebutkan militer AS tetap memakai teknologi itu dalam operasi tersebut meskipun larangan itu sudah dikeluarkan.

Hal ini berawal dari keberatan perusahaan Anthropic karena AI mereka disebut digunakan dalam operasi serangan AS ke Venezuela pada Januari 2026. Operasi tersebut dilakukan untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.

Anthropic menegaskan bahwa ketentuan penggunaan Claude tidak memperbolehkan pemakaian untuk tujuan kekerasan, pengembangan senjata, maupun pengawasan.

Akibatnya, seluruh lembaga federal kemudian dilarang menggunakan AI Claude. Donald Trump juga menilai Anthropic sebagai “perusahaan AI sayap kiri radikal”.

Dengan kondisi ini, muncul pertanyaan mengenai keamanan data pengguna AI seperti Claude, apakah benar-benar terlindungi.

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menyampaikan bahwa dari sisi teknis, data yang dimasukkan ke dalam AI masih relatif aman.

Ia menilai, hingga saat ini belum terlihat adanya indikasi bahwa data dalam sistem AI digunakan sebagai bahan pertimbangan militer oleh negara-negara besar seperti Amerika Serikat

.Ia menjelaskan kepada Kompas.com pada Rabu (1/4/2026) bahwa kemungkinan tersebut tetap ada.

Hal itu karena server yang digunakan oleh AI seperti Claude berada di Amerika Serikat, sehingga secara prinsip memungkinkan untuk diakses atau dimanfaatkan dalam kondisi tertentu.

Menurut Alfons, berdasarkan hukum yang berlaku di Amerika Serikat, pemerintah memiliki kewenangan untuk memaksa penyedia layanan agar memberikan akses terhadap data yang dimiliki.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...