WASHINGTON, NortonNews.com — Keberhasilan Iran menjatuhkan dua jet tempur milik Amerika Serikat menandai babak baru dalam konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari.
Hingga kini, nasib salah satu pilot masih belum diketahui, sementara Iran dan AS saling berpacu dalam upaya pencarian.
Di sisi lain, dua pilot lainnya berhasil diselamatkan setelah melontarkan diri dari pesawat. Lalu, bagaimana sebenarnya yang dialami pilot jet tempur saat melakukan pelontaran darurat
Kanopi pesawat dihancurkan
Dikutip dari Wion, untuk membuka jalur evakuasi, sistem pelontar akan langsung memicu peledak yang menghancurkan kanopi akrilik yang tebal.
Pada jet tempur dengan dua kursi, sistem otomatis akan melontarkan kursi belakang lebih dulu dengan jeda sepersekian detik untuk mencegah tabrakan fatal di udara.
Peluncuran roket dengan gaya 20 G
Saat tuas pelontar ditarik, motor roket berbahan propelan padat di bawah kursi akan aktif. Ledakan kuat ini mendorong pilot ke atas dengan percepatan ekstrem, yang dapat mencapai sekitar 20 G dalam waktu singkat.
Dilansir dari Kompas.com – Kecepatan yang dihasilkan bahkan bisa menyentuh 600 mil atau sekitar 965 km per jam.
Menembus “dinding” tekanan udara
Ketika terlontar pada kecepatan tinggi, pilot harus melewati tekanan udara yang sangat kuat.
Untuk menghindari cedera serius seperti pergerakan tak terkendali atau dislokasi sendi, sistem pengaman otomatis akan mengunci tangan dan kaki pilot agar tetap rapat ke kursi.
Parasut otomatis
Pada tahap akhir, sistem parasut akan terbuka secara otomatis untuk memperlambat laju jatuh dan membantu pilot mendarat dengan selamat.
Gaya gravitasi (G-force) yang sangat tinggi dapat mengurangi aliran darah ke otak, sehingga sering membuat pilot mengalami kehilangan kesadaran sementara.
Akibatnya, sistem pelontaran modern seperti Martin-Baker Mk16 bekerja sepenuhnya secara otomatis, menjalankan seluruh proses pengembangan parasut tanpa membutuhkan tindakan apa pun dari pilot yang mungkin sudah tidak sadar.
















































You must be logged in to post a comment Login