Norton News, Bekasi — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM memberikan sejumlah arahan kepada Asep Surya Atmaja setelah resmi dilantik sebagai Bupati Bekasi definitif, Jumat (23/10/2026). Salah satu pesan utamanya adalah memastikan persoalan jalan berlubang dan bangunan sekolah yang rusak dapat dituntaskan pada 2027.
Dedi menilai perbaikan infrastruktur dan fasilitas pendidikan di Kabupaten Bekasi perlu menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia meminta agar anggaran yang tersedia dimanfaatkan secara optimal sehingga pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Targetin Bupati, tahun 2027 tidak boleh ada lagi jalan bolong di Bekasi. 2027 tidak boleh lagi ada sekolah jelek di Bekasi,” tegas Dedi.
Arahan tersebut disampaikan saat pelantikan Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030 di Gedung Pakuan, Bandung.
KDM Ingatkan Bupati Fokus Bekerja
Selain menyoroti kondisi infrastruktur dan sekolah, Dedi mengingatkan Asep agar menjalankan tugas sebagai kepala daerah secara profesional. Ia meminta agar kepentingan masyarakat ditempatkan di atas urusan pribadi maupun bisnis.
“Bupati fokus pada pekerjaan. Saya yakin gaji Bapak udah cukup,” pesannya.
Dedi juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. Menurutnya, pengelolaan anggaran dan pelaksanaan proyek harus dilakukan secara terbuka agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain sektor pendidikan dan infrastruktur, Dedi turut menyoroti peningkatan pelayanan kesehatan. Ia mendorong pemerintah Kabupaten Bekasi memperbaiki layanan rumah sakit dan puskesmas, termasuk memperluas akses layanan medis bagi masyarakat kurang mampu hingga tingkat desa dan kelurahan.
Bupati Bekasi Siapkan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah
Dilansir dari Kumparan – Menanggapi arahan tersebut, Asep Surya Atmaja menyatakan akan mendorong percepatan pembangunan melalui penguatan kinerja perangkat daerah. Ia juga berencana menerapkan pakta integritas untuk memastikan jajaran pemerintahan menjalankan target yang telah ditetapkan.
Asep menargetkan penyerapan anggaran perangkat daerah mencapai 97 persen. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan setiap organisasi perangkat daerah bekerja sesuai instruksi dan merespons kebutuhan masyarakat.
Ia menilai rendahnya penyerapan anggaran menjadi salah satu persoalan yang dapat menghambat penanganan berbagai masalah, termasuk kerusakan jalan dan fasilitas publik yang belum memadai.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga berencana meningkatkan anggaran kesehatan serta memperkuat pelayanan tenaga medis hingga tingkat desa, sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat.
Target yang ditetapkan KDM untuk 2027 kini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Kabupaten Bekasi. Perbaikan jalan, rehabilitasi sekolah, peningkatan layanan kesehatan, serta transparansi penggunaan anggaran diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.




















































You must be logged in to post a comment Login