Connect with us

Hi, what are you looking for?

International

Hotel di Yunani akan Isi Kolam Renang dengan Air Laut untuk Hemat Air

5 Kolam Renang Rooftop di Jakarta yang Buka untuk Umum, Pemandangannya  Terbaik!

Ilustrasi Kolam Renang.

Jakarta, Norton News – Dilansir dari CNNIndonesia, Pemerintah Yunani berencana mengeluarkan kebijakan baru yang memungkinkan hotel-hotel pesisir mengisi kolam renang mereka dengan air laut. Kebijakan ini diajukan sebagai langkah untuk mengatasi krisis kekeringan yang semakin parah di negara tersebut.

Usulan peraturan ini sedang dibahas di parlemen dan mencakup pemasangan jaringan pipa guna memompa air laut masuk dan keluar dari kolam renang hotel. Wakil Menteri Pariwisata Yunani, Elena Rapti, menyebut kebijakan ini bertujuan untuk melestarikan sumber daya air tawar.

“Peraturan ini akan menyediakan kerangka kerja bagi hotel untuk menggunakan air laut sebagai pengganti air tawar di kolam renang mereka,” ujar Rapti, mengutip dari Euro News.

Krisis Kekeringan yang Mengkhawatirkan

Selama dua tahun terakhir, Yunani mengalami penurunan curah hujan yang signifikan, dengan rata-rata penurunan sekitar 12% sejak 1971 dibandingkan periode sebelumnya. Hingga kini, belum ada tanda-tanda kekeringan ini akan mereda, sementara sektor pariwisata terus menambah beban pada sumber daya air di pulau-pulau wisata populer.

Pada tahun 2024, Yunani menerima hampir 33 juta wisatawan, menghasilkan pendapatan hingga 28,5 miliar euro (sekitar Rp480 triliun). Namun, lonjakan wisatawan ini juga memicu protes terkait dampak overtourism yang dirasakan masyarakat lokal.

Keunggulan dan Kritik Kebijakan

Kebijakan penggunaan air laut di kolam renang ini dipandang sebagai solusi inovatif untuk mengurangi konsumsi air tawar. Namun, sejumlah pihak mengkhawatirkan dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan:

  1. Pencemaran Air Laut:
    • Kolam renang yang menggunakan bahan kimia seperti klorin berpotensi mencemari laut jika airnya dibuang kembali tanpa standar pengolahan yang jelas.
  2. Kerusakan Ekosistem:
    • Air asin dengan kandungan klorin dapat merusak ekosistem laut dan mengganggu keseimbangan kadar garam di perairan sekitarnya.
  3. Pembangunan Infrastruktur:
    • Pemasangan jaringan pipa berisiko merusak habitat laut di sekitar area hotel.

Pemerintah Yunani menegaskan bahwa hotel tidak akan diwajibkan mengadopsi kebijakan ini, tetapi peraturan tersebut akan mempermudah implementasi jika pembatasan air tawar diberlakukan di masa depan.

“Fokus utama adalah memastikan pariwisata tetap berkelanjutan sambil melindungi sumber daya alam,” kata Rapti.

Tantangan Menuju Pariwisata Berkelanjutan

Dengan meningkatnya tekanan akibat perubahan iklim dan overtourism, pemerintah Yunani mendapat desakan untuk merancang strategi pariwisata yang lebih ramah lingkungan. Usulan ini menjadi salah satu langkah untuk menjawab tantangan tersebut, meski membutuhkan pengawasan ketat agar tidak merusak lingkungan laut.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...