Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Fotografer Dibuat Khawatir! Sony Hentikan Produksi Memory Card

Jakarta, NortonNews — Kabar mengejutkan datang dari perusahaan teknologi asal Jepang, Sony, yang resmi menghentikan sementara produksi sekaligus penjualan sejumlah produk kartu memori unggulannya. Kebijakan ini langsung menimbulkan kekhawatiran, terutama di kalangan fotografer dan videografer profesional yang selama ini sangat bergantung pada perangkat penyimpanan berkecepatan tinggi tersebut.

Langkah ini diambil sebagai dampak dari krisis global pasokan memori semikonduktor yang semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Masalah tersebut tidak hanya memengaruhi industri komputer dan gaming, tetapi kini juga merembet ke sektor kreatif, khususnya dunia fotografi dan videografi.

Melalui pengumuman resmi di situs Sony Jepang, perusahaan menyampaikan bahwa beberapa lini produk kartu memori yang terdampak mencakup jenis CFexpress Type A, CFexpress Type B, serta kartu SDXC dan SDHC yang selama ini banyak digunakan pada kamera profesional dan perangkat perekam video berkualitas tinggi.

Untuk kategori CFexpress Type A, berbagai varian kapasitas besar seperti 240GB, 480GB, 960GB hingga 1920GB kini dihentikan peredarannya di pasar. Sementara itu, untuk CFexpress Type B, kapasitas 240GB dan 480GB juga mengalami nasib serupa dan tidak lagi tersedia untuk sementara waktu.

Tak hanya berhenti di situ, lini kartu SD kelas premium milik Sony juga ikut terdampak. Seri TOUGH yang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap benturan, air, dan kondisi ekstrem—dengan kapasitas 64GB, 128GB, hingga 256GB—ikut dihentikan penjualannya. Bahkan, beberapa produk kartu SD dari kelas menengah hingga entry-level dengan kapasitas mencapai 512GB juga masuk dalam daftar produk yang mengalami penangguhan distribusi.

Meski demikian, Sony masih mempertahankan produksi terbatas untuk beberapa produk tertentu, seperti CFexpress Type C dan kartu SD seri SF-UZ yang ditujukan bagi pengguna pemula. Namun, ketersediaan produk tersebut di pasar sangat terbatas dan sangat bergantung pada stok yang masih tersisa di distributor maupun toko ritel.

Dalam penjelasan resminya, Sony mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil karena keterbatasan pasokan komponen semikonduktor secara global. Selain itu, gangguan dalam rantai pasok bahan baku penting seperti helium—yang berperan dalam proses produksi chip—juga turut memperparah situasi.

Akibat kondisi tersebut, Sony mengakui bahwa kapasitas produksi saat ini tidak mampu memenuhi tingginya permintaan pasar. Oleh karena itu, perusahaan memutuskan untuk menghentikan sementara penerimaan pesanan baru, baik dari distributor resmi maupun pelanggan melalui Sony Store, yang mulai berlaku sejak 27 Maret 2026.

Sony juga menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi global sebelum menentukan kapan produksi dan distribusi dapat kembali berjalan normal.

Menariknya, keputusan ini muncul berdekatan dengan pengumuman lain dari Sony terkait rencana kenaikan harga PlayStation 5 secara global, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 2 April 2026. Kenaikan tersebut juga dipicu oleh tekanan pasar dan kenaikan biaya produksi.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi para pelaku industri kreatif. Fotografer dan videografer profesional yang sangat bergantung pada kartu memori berkecepatan tinggi berpotensi menghadapi kesulitan dalam mendapatkan perangkat yang mereka butuhkan. Jika krisis pasokan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga memory card akan melonjak tajam di pasaran, sehingga semakin membebani para pengguna di sektor tersebut.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...