Jakarta, NortonNews.com — Artikel ini memuat rincian mengenai dugaan pelecehan seksual.
Pihak berwenang di Australia menyatakan telah membuka penyelidikan terkait insiden yang diduga terjadi antara Ruby Rose dan Katy Perry pada tahun 2010. Bintang Orange Is the New Black tersebut menuduh Katy Perry melakukan pelecehan seksual.
Kepolisian Victoria mengonfirmasi kepada CNN, sebagaimana diberitakan pada Kamis (16/4), bahwa kasus ini ditangani oleh unit khusus, yakni Tim Investigasi Pelanggaran Seksual dan Pelecehan Anak di Melbourne (SOCIT).
Pihak berwenang saat ini tengah menyelidiki tuduhan yang diajukan Rose, yang disebut berasal dari sebuah insiden yang diduga terjadi di kawasan pusat bisnis Melbourne. Namun, mereka menegaskan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena proses investigasi masih berjalan.
Dilansir dari CNN Indonesia – Ruby Rose menuduh Katy Perry melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya di sebuah klub malam di Melbourne, Australia. Kejadian itu diklaim terjadi saat Rose masih berusia sekitar awal 20-an.
Pernyataan tersebut muncul setelah Katy Perry menanggapi penampilan Justin Bieber di Coachella pada akhir pekan, Sabtu (11/4) waktu Amerika Serikat.
Melalui akun Threads miliknya pada Senin (13/4) waktu AS, Rose menulis, “Katy Perry melakukan pelecehan seksual terhadap saya di klub malam Spice Market di Melbourne. Siapa yang peduli dengan apa yang dia pikirkan?”
Rose kemudian menjelaskan lebih rinci tuduhan tersebut dalam unggahan lanjutan saat menanggapi permintaan warganet yang meminta detail kejadian.
Ruby Rose mengklaim bahwa Katy Perry tidak menciumnya, namun justru melakukan tindakan tidak pantas di sebuah klub malam yang membuatnya merasa sangat tidak nyaman hingga akhirnya ia muntah.
Rose mengatakan bahwa setelah kejadian tersebut, ia sempat menceritakannya kepada publik, tetapi kemudian mengubahnya menjadi cerita “lucu saat mabuk” karena saat itu ia tidak tahu bagaimana harus merespons pengalaman tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa ia sempat merahasiakan kejadian itu dalam waktu tertentu karena Perry disebut pernah membantunya dalam proses pengurusan visa ke Amerika Serikat. Meski begitu, Rose menegaskan bahwa ia tetap menilai Perry sebagai pribadi yang tidak baik.
Ruby Rose menyampaikan bahwa seseorang tidak perlu mendapatkan kepercayaan orang lain, tetapi cukup “mengeluarkan” pengalaman tersebut dari dalam dirinya sebelum berdampak lebih buruk secara emosional maupun psikologis.
Sementara itu, pihak Katy Perry memberikan bantahan tegas terhadap tuduhan yang beredar di media sosial. Mereka menyatakan bahwa klaim Ruby Rose tidak benar dan merupakan kebohongan yang berbahaya.
Perwakilan Perry juga menambahkan bahwa Rose disebut memiliki catatan yang terdokumentasi terkait tuduhan serius terhadap sejumlah individu di media sosial, yang sebelumnya telah dibantah oleh pihak-pihak yang dituduhkan.


















































You must be logged in to post a comment Login