
DEPOK, NortonNews — Kondisi gerbong KRL Commuter Line relasi Nambo disebut sangat padat saat dosen Universitas Pamulang (Unpam), Franka Hendra Suma, dituding melakukan pelecehan terhadap seorang penumpang perempuan pada Sabtu (14/3/2026) malam. Kepadatan tersebut diduga memicu kontak fisik yang tidak disengaja hingga menimbulkan kesalahpahaman.
Kuasa hukum Franka, Dadang, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan kliennya, situasi di dalam kereta saat itu memang penuh sesak. Franka diketahui menaiki kereta dari Stasiun Tanjung Barat untuk pulang ke rumahnya.
Saat kereta mendekati area Stasiun Universitas Indonesia, Franka tiba-tiba dituduh melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan berinisial RA. Ia kemudian diminta turun dari kereta dan diperiksa oleh petugas keamanan di lokasi.
Menurut Dadang, Franka telah membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan. Proses klarifikasi saat itu juga direkam oleh pihak pelapor. Setelah kejadian tersebut, Franka dibawa ke Polres Metro Depok dan dilaporkan atas dugaan pelecehan.
Rekaman video klarifikasi itu kemudian beredar luas di media sosial, termasuk di platform Threads, dengan narasi yang menyudutkan Franka. Pihak kuasa hukum menilai hal tersebut telah merusak reputasi kliennya, baik secara pribadi maupun sebagai dosen Unpam.
Sebelumnya, seorang perempuan mengaku menjadi korban pelecehan saat berada di dalam KRL pada malam yang sama, ketika kereta melintas dari sekitar Stasiun Universitas Pancasila menuju Stasiun UI. Ia merasa mendapat sentuhan di bagian tubuh sensitif dan mengklaim kejadian itu terjadi lebih dari sekali.
Penumpang lain kemudian membantu dengan mendorong Franka keluar dari gerbong untuk diserahkan kepada petugas. Keduanya selanjutnya dibawa ke Polres Metro Depok. Meski sempat membuat laporan polisi, korban diketahui kemudian mencabut laporannya.
Dilansir dari KOMPAScom- Pihak Unpam melalui Humas Muhyiddin Fanda menyatakan telah melakukan komunikasi awal terkait kasus tersebut. Berdasarkan klarifikasi sementara, belum ditemukan bukti yang mendukung tuduhan yang beredar. Meski demikian, pihak kampus tetap akan melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan fakta secara menyeluruh.

















































You must be logged in to post a comment Login