ACEH BESAR, NortonNews.com – Pelayanan poliklinik di RSUD Aceh Besar, Provinsi Aceh, terhenti setelah seluruh tenaga medis dan dokter spesialis melakukan aksi mogok kerja.
Salah satu dokter di RSUD Aceh Besar, dr. Irfan, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa aksi mogok dipicu oleh kosongnya sebagian besar persediaan obat di rumah sakit.
Kondisi kekurangan obat itu disebut telah menghambat secara serius proses pelayanan kepada pasien.Kondisi tersebut menyebabkan tenaga kesehatan tidak bisa menjalankan tugas mereka secara maksimal.
“Aksi mogok ini kami nilai sebagai langkah terakhir untuk menyampaikan persoalan yang terjadi. Kekosongan obat-obatan sudah berlangsung sekitar lima bulan,” ujar dokter Irfan saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (20/4/2026).
Dilansir dari Kompas.com – Meski demikian, ia menyampaikan bahwa layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap berjalan seperti biasa karena bersifat darurat dan berkaitan langsung dengan keselamatan pasien, sehingga tidak bisa dihentikan dalam kondisi apa pun.
Selain persoalan obat, aksi mogok juga dipicu oleh sejumlah masalah lain, seperti belum dibayarkannya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sejak Januari 2025 hingga saat ini serta keterlambatan pembayaran jasa medis sejak November 2025.
Para tenaga medis juga menyoroti menurunnya jumlah kunjungan pasien yang berdampak pada klaim rumah sakit.
Menurut Irfan, berbagai persoalan tersebut sudah berlangsung lama tanpa penyelesaian yang jelas, termasuk keterlambatan TPP dan jasa medis serta kekosongan obat yang disebabkan keterbatasan anggaran rumah sakit.
“Aksi mogok ini akan berlangsung tanpa batas waktu yang ditentukan. Kami meminta adanya audiensi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi atas tuntutan yang ada.
Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait rencana pertemuan dengan pihak spesialis maupun Pemda,” ungkapnya.
Irfan juga menduga bahwa kondisi yang terjadi di RSUD Aceh Besar berkaitan dengan lambatnya implementasi status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang sudah ditetapkan sejak 2024, namun hingga kini belum berjalan sesuai harapan.
“Hal tersebut berdampak luas terhadap sistem administrasi, pengelolaan keuangan, hingga pelayanan medis di RSUD Aceh Besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam aksi mogok ini para tenaga medis tidak melayani pasien rawat jalan sampai waktu yang belum ditentukan, yakni hingga seluruh tuntutan mereka dipenuhi.


















































You must be logged in to post a comment Login