NortonNews.com – Media sosial kembali ramai diperbincangkan akibat aksi nekat sepasang kreator konten yang melakukan siaran langsung (live) TikTok di kawasan jalan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada jam rawan. Alih-alih mendapat apresiasi, tindakan tersebut justru menuai kemarahan warga karena dianggap mengganggu ketertiban dan berpotensi membahayakan orang sekitar.
Kronologi Kejadian
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari dan terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di platform Threads. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang perempuan berulang kali berteriak “Tolong!” dan “Woi!” ke arah kamera, sementara seorang pria yang diduga rekannya tampak mendorong sepeda motor di area jalan umum.
Teriakan yang memecah keheningan malam itu menarik perhatian seorang pria yang berada di lokasi. Merasa ada hal yang mencurigakan, pria tersebut kemudian mendekati dan menegur keduanya dengan nada tegas.
Ia mengatakan bahwa aksi seperti itu sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kepanikan warga, yang bisa saja mengira sedang terjadi tindak kriminal seperti begal atau kejahatan jalanan lainnya.
Berpotensi Memicu Kepanikan
Tindakan berteriak minta tolong di ruang publik, terlebih di kawasan yang dikenal rawan pada waktu dini hari, dinilai sangat berisiko. Warga atau pengguna jalan yang mendengar bisa salah mengira situasi tersebut sebagai kejadian kriminal, sehingga berpotensi memicu kepanikan hingga tindakan main hakim sendiri.
Kritik Warganet
Video tersebut pun langsung menuai banyak komentar pedas dari netizen. Tagar #SadarDiriAje juga ikut ramai digunakan sebagai bentuk sindiran agar kreator konten lebih bijak dalam membuat konten.
Dilansir dari Lambeturah.co.id – Banyak pihak menilai aksi tersebut hanya mengejar engagement tanpa mempertimbangkan dampak sosial, keamanan, dan kenyamanan lingkungan sekitar.
“Harusnya kreatif itu tetap mikirin dampaknya, bukan cuma cari keuntungan. Apalagi di lokasi dan jam rawan, malah bikin gaduh,” tulis salah satu warganet di Threads.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pasangan kreator tersebut. Namun kejadian ini menjadi pengingat agar para pembuat konten lebih mengutamakan etika dan tidak mengganggu ketertiban umum demi popularitas di media sosial.




















































You must be logged in to post a comment Login