Jakarta, NortonNews.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kondisi utang pemerintah Indonesia masih tergolong aman, meskipun nilainya hampir mencapai Rp10 ribu triliun hingga akhir Maret 2026.
Dalam periode Desember hingga akhir Maret, total utang tercatat meningkat cukup signifikan, dari Rp9.637,9 triliun menjadi Rp9.920,4 triliun.
Purbaya menjelaskan bahwa penilaian terhadap kesehatan utang negara tidak hanya dilihat dari besarnya nominal, melainkan berdasarkan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Ia menuturkan, jika menggunakan standar Eropa yang ketat dengan rasio 60 persen, kondisi Indonesia masih tergolong aman karena belum mencapai angka itu.
Dilansir dari CNN Indonesia – Meski rasio utang tergolong tinggi, Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pengelolaan utang tetap dilakukan secara hati-hati.
DJPPR menyatakan pemerintah mengelola utang dengan perhitungan matang dan terukur guna mencapai komposisi utang yang optimal sekaligus mendukung perkembangan pasar keuangan dalam negeri.
Sebagian besar utang pemerintah berasal dari utang publik. Rinciannya, Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp8.652,89 triliun atau 87,22 persen, sedangkan pinjaman sebesar Rp1.267,52 triliun atau 12,78 persen.
DJPPR juga menegaskan bahwa mayoritas komposisi utang pemerintah didominasi oleh instrumen SBN dengan porsi 87,22 persen.

















































You must be logged in to post a comment Login