Jakarta,NortonNews.com – Satuan Reserse Mobile (Resmob) Bareskrim Polri mengungkap praktik peredaran sekitar 9 ton daging beku impor yang telah kedaluwarsa. Daging tersebut diduga akan disalurkan ke sejumlah pasar tradisional menjelang perayaan Lebaran.
Kepala Satuan Resmob Bareskrim Polri Komisaris Besar Polisi Teuku Arsya Khadafi mengatakan pihaknya telah mengambil tindakan terhadap seorang pelaku yang diduga mengedarkan daging beku impor kedaluwarsa untuk dijual di pasar tradisional dan dikonsumsi masyarakat saat momentum Lebaran.


“Sat Resmob Bareskrim telah melakukan penindakan terhadap seseorang yang mengedarkan daging beku impor kedaluwarsa ke pasar tradisional untuk dikonsumsi masyarakat yang akan merayakan Lebaran,” ujar Arsya di Jakarta, Minggu (8/3), seperti dikutip dari Antara.
Dilansir dari CNN Indonesia- Arsya menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan tiga unit truk yang digunakan untuk mengangkut daging beku kedaluwarsa tersebut. Seluruh barang bukti bersama para terduga pelaku saat ini telah dibawa ke Bareskrim Polri.
Ia menambahkan, para terduga beserta barang bukti sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna pendalaman kasus.
“Saat ini para terduga dan barang bukti dibawa ke Bareskrim untuk diambil keterangan dan dikembangkan lebih lanjut,” ujar Arsya.Arsya menyatakan belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait kasus ini, karena kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku.
Selanjutnya, penyidik akan menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi lain yang terkait dengan peredaran daging kedaluwarsa tersebut.
Polri juga tergabung dalam Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan, yang aktif memantau ketersediaan serta keamanan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Hari besar keagamaan ini, seperti Imlek, Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri, pada 2026 perayaannya jatuh berdekatan.















































You must be logged in to post a comment Login