Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Pemeriksaan Barang Picu Kericuhan, Ratusan Warga Datangi PLBN Aruk di Sambas

Pemeriksaan Barang Picu Kericuhan, Ratusan Warga Datangi PLBN Aruk di Sambas

Jakarta ,NortonNews –  Kericuhan terjadi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Senin (2/11/2026). Peristiwa tersebut dipicu oleh ketidakpuasan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) terhadap prosedur pemeriksaan barang bawaan sebelum memasuki wilayah Malaysia.

Situasi yang semula hanya diwarnai keberatan terhadap proses pemeriksaan akhirnya berkembang menjadi ketegangan. Bahkan, ratusan warga dilaporkan mendatangi kawasan perbatasan tersebut.

Berawal dari Penolakan Pemeriksaan Barang

Kapolres Sambas, AKBP Sanny Handityo, menerangkan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, empat orang WNI datang ke PLBN Aruk dengan tujuan melakukan perjalanan ke Malaysia.

Usai menyelesaikan pemeriksaan paspor di konter imigrasi, mereka diarahkan untuk menjalani pemeriksaan barang bawaan oleh petugas Bea Cukai.

Salah satu dari keempat WNI tersebut, Michael, bersedia menjalani pemeriksaan. Dari proses tersebut, petugas tidak menemukan barang yang termasuk kategori terlarang.

Akan tetapi, tiga rekannya menolak mengikuti pemeriksaan dan menyampaikan keberatan kepada petugas. Mereka menilai prosedur pemeriksaan kepabeanan yang diterapkan terlalu ketat.

Akibat perbedaan pandangan tersebut, keempat WNI itu memutuskan untuk membatalkan keberangkatan ke Malaysia dan meninggalkan kawasan PLBN Aruk.

Sekitar 100 Orang Masuk Kawasan PLBN, Lima Petugas Bea Cukai Dibawa

Ketegangan kembali meningkat beberapa jam kemudian. Sekitar pukul 17.00 WIB, sekelompok orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan keempat WNI tersebut mulai berdatangan ke area perbatasan.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan, aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian, Brimob, dan TNI AD disiagakan di lokasi.

Situasi semakin memanas sekitar pukul 18.30 WIB ketika massa yang diperkirakan berjumlah 100 orang memasuki kawasan PLBN Aruk. Mereka bahkan menerobos Wisma Nusantara dan mendatangi sejumlah ruangan untuk mencari petugas Bea Cukai yang sebelumnya melakukan pemeriksaan.

Kondisi yang semakin sulit dikendalikan membuat lima petugas Bea Cukai yang masih berada di lokasi akhirnya dibawa oleh massa menuju Kabupaten Bengkayang sekitar pukul 19.45 WIB.

Kelima petugas tersebut diketahui bernama Boy Haris Bambang Purwadi, Reza Rizki Wahyu Pradana, Pillar Pitoyo, Kiki Shihabudin Marshanda, serta Sulistyo Wahyu Tri Atmojo.

Kapolres Sambas Bantah Adanya Penyanderaan

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo menegaskan bahwa tidak benar kelima petugas Bea Cukai menjadi korban penyanderaan oleh warga.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan para petugas bersama massa bertujuan untuk mengikuti proses mediasi dengan tokoh masyarakat setempat guna menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.

“Kesalahpahaman saja dengan Bea Cukai terkait pemeriksaan. Mereka menganggap Bea Cukai terlalu keras,” kata Sanny saat dikonfirmasi pada Selasa (3/11/2026).

Ia kembali menegaskan bahwa kelima petugas tersebut tidak disandera, melainkan dibawa agar bersedia mengikuti mediasi.

Setelah rombongan massa meninggalkan kawasan perbatasan, Kapolres Sambas bersama personel gabungan Polres Sambas langsung menuju lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan situasi sekaligus memastikan kondisi keamanan di PLBN Aruk kembali kondusif.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...