Komika Pandji Pragiwaksono kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan ke polisi. Laporan diajukan oleh Majelis Pesantren Salafiah (MPS) Banten yang menilai konten acara Mens Rea mengandung unsur penghinaan terhadap ibadah umat Islam.
Kasus ini tercatat dengan nomor laporan L.P/B/567/1/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
“Tujuan laporan ini, sebagai umat Muslim, adalah untuk meminta klarifikasi terhadap komedian Pandji Pragiwaksono terkait penampilannya di GBK. Pasalnya, ia menggunakan diksi tentang orang yang salatnya selalu rajin, yang kami pahami memiliki konotasi soal kepemimpinan,” ujar KH Matin Syarkowi, perwakilan Majelis Pesantren Salafiah Banten, Kamis (22/1/2026).
KH Matin menambahkan, masalah muncul ketika Pandji menghubungkan salat dengan perumpamaan siswa yang selalu hadir di sekolah namun disebut ‘goblok’.“Pandji melanjutkan narasinya dengan membuat perumpamaan bahwa, jika disamakan dengan siswa yang tidak pernah bolos, ujung-ujungnya ia berkata, ‘seperti saya, goblok’.
Dilansir Dari iNews.id – Hal ini bisa ditafsirkan bahwa orang yang rajin salat belum tentu baik dan justru bisa dianggap goblok,” jelasnya.
Berdasarkan hal tersebut, laporan diajukan terkait dugaan penghinaan terhadap ibadah umat Islam. Matin menegaskan, materi tersebut dianggap sudah melampaui konteks hiburan.Dia menambahkan, pihak pelapor juga telah menyerahkan sejumlah barang bukti, termasuk flashdisk.
“Ada, sudah kami serahkan. Termasuk flashdisk dan lain-lain,” ujarnya.
Pandji Pragiwaksono kembali menjadi sorotan setelah acaranya berjudul *Mens Rea* tayang di Netflix. Ia bahkan dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait materi yang disampaikan dalam acara tersebut.
Laporan yang tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada 8 Januari 2026 diajukan oleh kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah.
Mereka menilai materi *Mens Rea* yang dibawakan Pandji bersifat merendahkan, memfitnah, dan menimbulkan kegaduhan.
“Menurut kami, beliau (Pandji) merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di media serta berpotensi memecah belah bangsa,” kata Rizki Abdul Rahman Wahid, pelapor sekaligus Presidium Angkatan Muda NU, Kamis (8/1/2026).















































You must be logged in to post a comment Login