Connect with us

Hi, what are you looking for?

Terbaru

Mekanik Bengkel di Tangerang Kaget Ditagih Pajak McLaren Rp137,4 Juta, Diduga Jadi Korban Pencatutan Identitas

Mekanik Bengkel di Tangerang Kaget Ditagih Pajak McLaren Rp137,4 Juta, Diduga Jadi Korban Pencatutan Identitas

NORTON NEWS, TANGERANG – Seorang mekanik bengkel motor di Kota Tangerang, Banten, terkejut setelah mengetahui namanya tercatat sebagai pemilik mobil sport mewah McLaren 570S AT. Kendaraan bernilai miliaran rupiah tersebut memiliki tunggakan pajak mencapai Rp137.441.000.

Mekanik bernama Yudariansyah itu mengaku tidak pernah memiliki mobil mewah tersebut. Kondisi ekonominya sehari-hari juga jauh dari gambaran pemilik kendaraan sport yang nilainya diperkirakan mencapai Rp4,5 miliar.

Persoalan ini terungkap ketika petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Ciledug mendatangi kediaman Yudariansyah di kawasan Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, untuk menindaklanjuti tunggakan pajak kendaraan bermotor.

Kedatangan petugas membuat Yudariansyah kebingungan karena dirinya merasa tidak pernah membeli ataupun memiliki mobil McLaren yang dimaksud.

Nama Tercatat sebagai Pemilik Mobil Mewah

Yudariansyah pertama kali mengetahui persoalan tersebut setelah menerima informasi dari tetangganya melalui WhatsApp. Pesan itu menyebutkan bahwa petugas Samsat datang untuk menagih pajak mobil sport yang tercatat atas namanya.

“Saya kaget aja pas dapet WA dari tetangga ngasih informasi kalau ada orang Samsat mau nagih pajak karena punya mobil sport, atuh saya bingung mobil sport dari mana,” kata Yudariansyah, seperti dikutip dari pemberitaan Liputan6.

Ia tidak menyangka namanya terhubung dengan kendaraan mewah yang harganya mencapai miliaran rupiah. Selama ini, Yudariansyah bekerja sebagai mekanik bengkel motor dan tinggal bersama keluarganya di lingkungan permukiman sederhana.

Kondisi tersebut membuatnya mempertanyakan bagaimana data pribadinya bisa tercatat sebagai pemilik kendaraan dengan nilai pajak yang sangat besar.

Samsat Ciledug Telusuri Data Kendaraan

Pelaksana Tugas Kepala Samsat Ciledug, Idam Kholid, menjelaskan bahwa kedatangan petugas merupakan bagian dari penelusuran kendaraan bermotor yang tercatat menunggak pajak.

Menurut Idam, petugas menindaklanjuti data kendaraan yang diterima untuk memastikan keberadaan kendaraan sekaligus memverifikasi identitas pemilik yang tercantum dalam sistem administrasi.

Dalam kasus ini, data McLaren 570S AT menunjukkan nama dan alamat Yudariansyah sebagai pemilik kendaraan. Namun, ketika dikonfirmasi langsung, yang bersangkutan menyatakan tidak pernah memiliki mobil tersebut.

Idam mengungkapkan bahwa data identitas dan alamat yang tercantum dalam sistem sesuai dengan informasi milik Yudariansyah. Meski demikian, kesesuaian data tersebut belum menjelaskan bagaimana namanya bisa terhubung dengan kepemilikan mobil mewah itu.

Pihak Samsat kemudian mengambil langkah untuk memblokir data kendaraan guna mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan lebih lanjut.

Dugaan Pencatutan Identitas Masih Perlu Ditelusuri

Munculnya nama Yudariansyah dalam administrasi kepemilikan McLaren menimbulkan dugaan adanya penyalahgunaan identitas atau persoalan dalam proses pencatatan kendaraan.

Yudariansyah sendiri mengaku tidak pernah meminjamkan kartu tanda penduduk (KTP) maupun data pribadinya kepada orang lain untuk keperluan pembelian mobil.

Meski demikian, dugaan pencatutan identitas tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang terbukti. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana kendaraan tersebut bisa terdaftar atas nama dirinya.

Pihak Samsat juga perlu memastikan identitas pemilik kendaraan yang sebenarnya agar kewajiban perpajakan dapat ditangani sesuai ketentuan.

Yudariansyah Khawatir Data Pribadinya Bermasalah

Dilansir Liputan6 – dari Selain terkejut dengan tagihan pajak yang mencapai ratusan juta rupiah, Yudariansyah mengkhawatirkan dampak persoalan tersebut terhadap administrasi pribadinya.

Ia berharap namanya dapat dipulihkan dari pencatatan kepemilikan kendaraan yang menurut pengakuannya bukan miliknya. Persoalan tersebut dinilai perlu segera diselesaikan agar tidak menimbulkan masalah ketika dirinya mengurus keperluan administrasi lain, termasuk layanan perbankan.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya ketelitian dalam pencatatan kepemilikan kendaraan bermotor serta perlindungan data pribadi masyarakat.

Hingga persoalan tersebut terungkap secara menyeluruh, penyebab nama Yudariansyah tercatat sebagai pemilik McLaren masih memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh pihak terkait.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...