Connect with us

Hi, what are you looking for?

Terbaru

Bencana di Lumajang: Dua Warga Tewas Tertimbun Longsor, Banjir Lahar Semeru Terjang Sejumlah Wilayah

Bencana di Lumajang: Dua Warga Tewas Tertimbun Longsor, Banjir Lahar Semeru Terjang Sejumlah Wilayah

LUMAJANG, NORTON NEWS – Cuaca ekstrem memicu serangkaian bencana di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Selain banjir lahar dingin dari Gunung Semeru yang menerjang sejumlah wilayah, tanah longsor juga menelan korban jiwa, yakni seorang ayah dan putrinya.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dua korban meninggal dunia dalam peristiwa longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo. Bencana tersebut terjadi pada Sabtu (31/10/2026) dini hari setelah hujan deras mengguyur kawasan itu.

Sementara itu, banjir lahar Semeru pada Senin (2/11/2026) mengakibatkan genangan di sejumlah wilayah serta mengganggu akses transportasi dan aktivitas masyarakat. Kedua peristiwa tersebut menjadi perhatian petugas karena berpotensi membahayakan warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Ayah dan Anak Meninggal akibat Tanah Longsor

Dua korban longsor diketahui merupakan satu keluarga, yakni Imron, berusia 40 tahun, dan putrinya, Hilya, yang berusia 9 tahun.

Material tanah dari lereng yang labil menimpa rumah mereka ketika keduanya berada di dalam bangunan. Longsor susulan kemudian terjadi dan menimbun rumah beserta penghuninya.

Warga setempat melakukan evakuasi terhadap kedua korban. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah ayah dan anak tersebut kemudian dimakamkan oleh keluarga.

BNPB menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut menjadi salah satu faktor pemicu longsor. Kondisi lereng yang rentan turut meningkatkan risiko pergerakan tanah.

Banjir Lahar Semeru Rendam Sejumlah Wilayah

Di tengah penanganan bencana longsor, banjir lahar dingin dari Gunung Semeru juga menerjang sejumlah daerah di Kabupaten Lumajang pada Senin (2/11/2026).

Hujan deras yang berlangsung sejak Minggu malam menyebabkan peningkatan debit air sungai yang berhulu di kawasan Semeru. Aliran air membawa material vulkanik, batu, dan kayu hingga meluap ke sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa dampak banjir meluas ke beberapa kecamatan, termasuk Tempursari dan Jatiroto. Genangan juga mengganggu akses jalan serta menyebabkan sejumlah kawasan sulit dijangkau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa peningkatan debit Sungai Glidik menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banjir di wilayah tersebut.

“Kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang berlangsung cukup lama sejak Minggu, 1 November 2026, pukul 22.00 WIB hingga Senin pagi. Selain itu, aliran Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru mengalami peningkatan debit air sehingga mengakibatkan banjir di wilayah tersebut,” kata Satriyo.

Jembatan dan Akses Jalan Terganggu

Banjir lahar juga berdampak terhadap infrastruktur dan mobilitas warga. Jembatan penghubung Malang dan Lumajang dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat meningkatnya debit air.

Selain itu, longsor menutup sejumlah ruas jalan. Akses menuju beberapa desa pun terganggu karena material banjir dan tanah menutupi jalur penghubung.

BPBD mencatat sekitar 117 kepala keluarga di Dusun Taman Sari sempat terisolasi akibat akses jalan yang tertutup banjir dan longsor.

Petugas terus melakukan pendataan, pemantauan kondisi lapangan, serta penanganan darurat untuk membantu warga yang terdampak.

Warga Diminta Menjauhi Kawasan Rawan

Mengingat aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga, masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras berlangsung.

BPBD juga meminta warga menjauhi kawasan sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar. Arus deras yang membawa batu dan material vulkanik dapat membahayakan keselamatan meskipun hujan tidak turun langsung di lokasi warga.

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di lereng dan wilayah rawan longsor diminta segera menjauh apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi yang mengancam keselamatan.

Pemerintah daerah bersama petugas penanggulangan bencana terus melakukan pemantauan dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Bantuan berupa kebutuhan pokok dan material bangunan juga disiapkan untuk mendukung pemulihan rumah yang mengalami kerusakan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...