Jakarta, Norton News – Suasana sekolah di sejumlah wilayah Jakarta tampak lengang setelah pemerintah memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kebijakan ini membuat aktivitas belajar mengajar di ruang kelas sementara dihentikan, sehingga lingkungan sekolah terlihat sepi.
Penerapan PJJ tersebut merupakan instruksi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Edaran Nomor 9/SE/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Karena Cuaca Ekstrem pada Satuan Pendidikan di Lingkungan Provinsi Jakarta. Dalam edaran itu, PJJ diberlakukan mulai 22 Januari hingga 28 Januari 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan area sekolah hanya diisi beberapa kendaraan yang terparkir, dengan sisa genangan air hujan masih terlihat di sejumlah titik. Ruang-ruang kelas tampak kosong, sementara lorong sekolah nyaris tanpa aktivitas. Meski demikian, guru, petugas, dan staf sekolah tetap menjalankan tugasnya di sekolah, sedangkan siswa diminta mengikuti pembelajaran dari rumah.
Menanggapi kebijakan tersebut, Riky, salah satu siswa SMAN 78 Jakarta, menilai PJJ memberikan dampak positif karena siswa tidak perlu menghadapi hujan saat berangkat dan pulang sekolah. Namun di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa gangguan jaringan internet belakangan ini turut memengaruhi proses belajar.
Menurut Riky, keterbatasan sinyal membuat sebagian siswa mengalami kesulitan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara optimal, sehingga berdampak pada performa akademik mereka selama PJJ berlangsung.


















































You must be logged in to post a comment Login