
Jakarta,Norton News, 18 November 2025 Dilansir dari Kompas.com, KRL Tokyu Seri 8500 yang dikenal dengan nama Jalita (Jalan-jalan Lintas Jakarta) resmi dipensiunkan pada Selasa (11/11/2025). Rangkaian legendaris ini berhenti beroperasi bersamaan dengan Tokyo Metro 7000 dan JR East 203 dalam acara last run bertajuk “Arigato KRL” di Stasiun Jakarta Kota. Dari ratusan rangkaian yang pernah beroperasi, Jalita menjadi salah satu yang paling bersejarah bagi pengguna KRL Jabodetabek.
Jalita memiliki nilai sentimental tinggi karena merupakan KRL pertama yang dimiliki langsung PT KCI setelah berpisah dari PT KAI. Ketika masih bernama PT KCJ, perusahaan mendatangkan 64 unit Tokyu 8500 pada periode 2006–2009, menjadikannya pionir layanan KRL ber-AC yang mengubah wajah transportasi komuter yang sebelumnya didominasi kereta ekonomi non-AC.
Secara visual, Jalita sangat mudah dikenali. Tubuhnya berbahan stainless steel dengan bentuk kotak khas dijuluki “Toko Roti” dan memiliki livery ikonik merah,abu,hitam,kuning bertuliskan “JALITA” pada bagian depan. Kehadirannya mampu menarik minat masyarakat untuk mencoba pengalaman baru naik KRL berpendingin udara di Jakarta.
Riwayat Jalita juga diwarnai tragedi. Pada 2011, kerusuhan di Stasiun Jakarta Kota menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian 8613F. Meski sempat diperbaiki, kereta tersebut akhirnya dihentikan pada 2012 karena kondisi yang makin rapuh. Livery khasnya kemudian diwariskan kepada set 8618F yang melayani rute pendek Jakarta Kota–Tanjung Priok hingga masa pensiun tahun ini.
Banyak pengguna dan railfans menyampaikan kesan emosional. Ofrie mengenang suara klakson elektrik Jalita yang khas, sementara Imam mengapresiasi interior dan livery klasiknya. Rafi, pengguna sejak kecil, melihat peremajaan armada ini sebagai langkah penting bagi keberlanjutan layanan KCI meski terasa menyedihkan.
Sebagai pionir, Jalita membuka jalan bagi masuknya rangkaian modern lain seperti JR East 203 dan Tokyo Metro 7000. Kehadirannya turut membawa budaya perkeretaapian Jepang mulai dari disiplin pintu tertutup hingga larangan merokok yang kemudian membentuk ekosistem transportasi komuter yang lebih tertib dan nyaman. Jalita menjadi saksi tumbuhnya wilayah penyangga seperti Depok, Bogor, Tangerang, Cikarang, hingga Rangkasbitung yang kini terhubung lebih baik melalui layanan KRL ber-AC.
Meski telah berhenti melayani, Jalita tetap dikenang sebagai ikon awal modernisasi dan salah satu rangkaian yang paling berpengaruh dalam sejarah perkeretaapian perkotaan di Indonesia.

















































You must be logged in to post a comment Login