Connect with us

Hi, what are you looking for?

Business

Mahasiswa LSPR Luncurkan Program “CHIMES” untuk Revitalisasi Budaya Glodok.

Mahasiswa LSPR & Peserta

Jakarta, Norton News – Mahasiswa Ilmu Komunikasi dari LSPR Institute of Communication and Business menghadirkan program inovatif bernama CHIMES (Chinatown Heritage for Mindful Education & Sustainability) yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kawasan Pecinan Glodok melalui pendekatan edukatif dan berkelanjutan.

CHIMES adalah inisiatif mahasiswa Ilmu Komunikasi LSPR angkatan 26 kelas MKTC-3SP, yang bertujuan mempromosikan kawasan Pecinan Glodok sebagai desa warisan budaya melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan digital. Pecinan Glodok merupakan komunitas atau kelompok sadar wisata yang berperan dalam mengembangkan pariwisata dan berfokus pada pelestarian serta promosi potensi tempat wisata di daerah Glodok melalui keunikan warisan budaya, kuliner, religi, tradisi, dan sejarah Chinese.

Dengan mengusung nilai-nilai dari Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas, program ini dirancang untuk membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya lokal. “Kami ingin Pecinan Glodok tidak hanya dikenal sebagai pusat perdagangan, tapi juga sebagai desa warisan budaya yang dinamis,” ujar Raditya, Ketua Pelaksana CHIMES.

Kawasan Pecinan Glodok

CHIMES terdiri dari dua program utama, yakni “Cerita dari Glodok”, kampanye digital yang mengangkat identitas dan kekayaan budaya Glodok melalui media sosial, serta “Glodok Explorace”, sebuah wisata edukatif yang mengajak peserta menjelajahi titik-titik ikonik di kawasan Pecinan.

Puncak acara Glodok Explorace digelar pada Kamis, 17 Juli 2025, di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Acara ini melibatkan 100 siswa dari 8 sekolah yang diajak menjelajah lokasi bersejarah seperti Pantjoran Tea House, Vihara Dharma Bhakti, dan Gereja Santa Maria de Fatima. Di setiap titik, peserta menyelesaikan misi edukatif berbasis sejarah, sebelum mengikuti permainan edukatif Ular Tangga Glodok di Petak Enam.

CHIMES menjadi bentuk nyata pembelajaran sejarah dan budaya yang interaktif, menyenangkan, dan partisipatif. “Kami berharap program ini dapat menjadi pemantik kesadaran generasi muda untuk melestarikan warisan budaya,” kata Raditya.

Program ini menutup rangkaian kegiatan dengan pemberian sertifikat dan penghargaan bagi peserta terbaik, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...