Magelang, NORTON NEWS – Penemuan puluhan bungkusan kain kafan yang menyerupai pocong bayi di kawasan Canguk, Kota Magelang, Jawa Tengah, sempat membuat warga resah. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik, tulang yang ditemukan di dalam bungkusan tersebut dipastikan bukan berasal dari manusia.
Bungkusan berukuran kecil itu ditemukan di halaman Masjid Jamia’tur Rochmah, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah. Lokasi tersebut diketahui menjadi tempat pembuangan tanah uruk yang berasal dari material sisa bangunan.
Ketua RW 21 setempat, Lukisno, mengatakan laporan mengenai temuan tersebut diterimanya dari warga pada Sabtu (19/10/2026) malam. Warga yang sedang mencari barang bekas di antara tumpukan material bangunan menemukan bungkusan menyerupai pocong yang tersebar di lokasi.
Karena bentuknya menyerupai jasad bayi yang dibungkus kain kafan, warga sempat khawatir benda tersebut merupakan jenazah manusia.
Dokter Forensik Pastikan Bukan Tulang Manusia
Untuk memastikan isi bungkusan tersebut, polisi bersama dokter forensik dari RSUD Tidar melakukan pemeriksaan di lokasi pada Selasa (20/10/2026). Pemeriksaan dilakukan terhadap tulang dan jaringan yang ditemukan di dalam kain kafan.
Dari hasil pemeriksaan, dokter memastikan tidak ditemukan indikasi tulang manusia. Tulang-tulang tersebut diduga berasal dari hewan berkaki empat, seperti kucing atau anjing, meskipun jenis hewannya belum dapat dipastikan secara spesifik.
Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi menegaskan bahwa hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tulang manusia.
“Jadi tidak ada satupun indikasi tulang manusia. Adapun sumbernya dari tanah urukan yang dibuang di Canguk. Tulang-tulang ini akan kita kubur agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Dikri.
Lebih dari 20 Bungkusan Ditemukan
Dilansir dari Kompas.com – Berdasarkan keterangan warga setempat, jumlah bungkusan yang ditemukan mencapai lebih dari 20. Bentuknya menyerupai pocong berukuran kecil karena dibalut kain putih dan diikat seperti kain kafan.
Temuan tersebut sempat menimbulkan berbagai dugaan di tengah masyarakat. Sebagian warga khawatir bungkusan itu berisi jenazah bayi, sebelum akhirnya pemeriksaan medis memberikan kejelasan mengenai asal tulang tersebut.
Setelah mendapat penjelasan dari dokter forensik, warga pun merasa lebih tenang. Kepastian bahwa bungkusan itu tidak berisi tulang manusia membantu meredakan keresahan yang sebelumnya muncul.
Tulang Akan Dikuburkan untuk Mencegah Keresahan
Polisi berencana menguburkan tulang-tulang tersebut agar tidak kembali memicu kekhawatiran masyarakat. Aparat juga menelusuri asal material tanah uruk yang diduga menjadi sumber ditemukannya bungkusan-bungkusan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Temuan yang awalnya menimbulkan dugaan mengerikan akhirnya memperoleh penjelasan melalui pemeriksaan oleh pihak berwenang.




















































You must be logged in to post a comment Login