Ik.Brussels, Norton News – Sejumlah pemimpin negara Barat pada Senin menyampaikan peringatan keras terkait potensi eskalasi konflik antara Israel dan Lebanon. Mereka menilai rencana serangan darat Israel ke wilayah Lebanon selatan berisiko memicu bencana kemanusiaan yang lebih luas serta memperpanjang konflik di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan bersama, para pemimpin dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris mengungkapkan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan di Lebanon serta dampaknya terhadap stabilitas Timur Tengah secara keseluruhan.
Mereka menegaskan bahwa operasi darat berskala besar harus dihindari karena dapat memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah kritis, sekaligus memicu ketidakstabilan jangka panjang di kawasan. Para pemimpin tersebut juga menyerukan agar semua pihak segera melakukan deeskalasi dan membuka ruang dialog.
“Kami mendukung penuh berbagai upaya untuk mendorong perundingan dan mendesak terjadinya penurunan eskalasi secara segera,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.
Selain itu, mereka menyoroti bahwa serangan terhadap warga sipil, tenaga medis, fasilitas kesehatan, infrastruktur publik, hingga personel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Mereka pun mendesak pihak Israel dan Lebanon untuk terlibat dalam negosiasi yang konstruktif serta mematuhi hukum humaniter internasional.
Pernyataan itu juga menekankan bahwa serangan darat besar-besaran berpotensi menimbulkan dampak kemanusiaan yang menghancurkan, terlebih di tengah situasi Lebanon yang sudah dilanda krisis, termasuk gelombang pengungsian dalam jumlah besar.
Kelima negara tersebut turut menegaskan kembali dukungan terhadap implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang bertujuan menjaga stabilitas di wilayah perbatasan sekaligus mendorong pelucutan senjata kelompok Hizbullah.
Sementara itu, militer Israel dilaporkan telah memperluas serangan udara ke berbagai wilayah di Lebanon, termasuk ibu kota Beirut, sejak 2 Maret. Serangan ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan lintas batas yang melibatkan Hizbullah.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi bahwa operasi darat telah dimulai pada Senin pagi.
Akibat rangkaian serangan tersebut, lebih dari 800 orang dilaporkan tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, serta hampir satu juta warga terpaksa mengungsi, memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

















































You must be logged in to post a comment Login