Jakarta,NortonNews – Jagat media sosial tengah ramai membahas pengalaman tidak menyenangkan yang dialami seorang pelari wanita bernama Thereza Vano saat melakukan morning run di kawasan Pondok Candra, Surabaya.
Thereza mengaku mendapat pelecehan verbal dari seorang oknum pengemudi ojek online ketika sedang berlari di jalur populer Pocan Loop.
Insiden itu terjadi ketika Thereza tengah menikmati sesi jogging paginya. Tiba-tiba, seorang oknum driver ojol yang melintas meneriakkan kalimat bernada menghina dan menghakimi.
“Katanya Islam, tapi kok telanjang. Gendeng!” teriak oknum tersebut sebelum pergi meninggalkan lokasi.
Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Thereza mengungkapkan bahwa dalam satu sesi lari pagi itu ia mengalami beberapa kejadian sekaligus, mulai dari catcalling, mendapat semangat dari rombongan pemotor, hingga akhirnya menerima cacian dari oknum ojol tersebut.
Unggahan itu pun viral dan memicu banyak reaksi dari netizen. Menanggapi kejadian tersebut, pihak Grab Indonesia disebut langsung menghubungi Thereza pada 4 Mei untuk melakukan investigasi dan menindaklanjuti laporan terkait mitra pengemudi yang diduga terlibat.
Kasus ini kembali memunculkan perdebatan soal keamanan perempuan saat berolahraga di ruang publik, terutama terkait pelecehan verbal dan tindakan moral policing terhadap perempuan yang mengenakan pakaian olahraga.
Banyak warganet menyayangkan tindakan oknum tersebut dan menilai pakaian olahraga tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan pelecehan.
“Pakaian olahraga memang didesain untuk memudahkan pergerakan, bukan untuk dijadikan alasan menghina orang,” tulis salah satu komentar netizen di media sosial.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik. Sejumlah netizen juga mendesak perusahaan layanan ojek online untuk memberikan sanksi tegas kepada mitra pengemudi yang terbukti melakukan pelecehan verbal terhadap pelanggan maupun masyarakat di ruang publik.

















































You must be logged in to post a comment Login