Connect with us

Hi, what are you looking for?

Terbaru

Karhutla Jatim Hanguskan 11 Ribu Hektare, Enam Nyawa Melayang dan Dugaan Pembakaran Sengaja Menguat

Karhutla Jatim Hanguskan 11 Ribu Hektare, Enam Nyawa Melayang dan Dugaan Pembakaran Sengaja Menguat

Norton News, Surabaya — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur menimbulkan dampak serius. Selain menghanguskan ribuan hektare kawasan hutan, bencana ini juga merenggut nyawa petugas dan relawan yang berjuang memadamkan api.

Berdasarkan laporan BNPB pada Jumat (23/10/2026), luas lahan yang terbakar di Jawa Timur mencapai 11.449 hektare dan tersebar di 26 kabupaten/kota. Rentetan kebakaran tersebut turut menimbulkan korban jiwa di tengah upaya pengendalian api yang berlangsung di sejumlah kawasan pegunungan.

Dugaan bahwa kebakaran dipicu aktivitas manusia juga semakin menguat. Sejumlah temuan di lapangan, termasuk ban bekas yang terbakar, menjadi petunjuk yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Temuan Ban Terbakar Memunculkan Dugaan Kesengajaan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengungkapkan adanya indikasi bahwa sebagian kebakaran hutan dipicu tindakan manusia. Selain ban terbakar, petugas juga menemukan benda-benda seperti korek gas dan benda yang diduga berkaitan dengan obat nyamuk.

Temuan tersebut menimbulkan dugaan bahwa sebagian titik api tidak semata-mata muncul akibat kondisi cuaca kering. Meski demikian, penyebab pasti setiap kebakaran masih perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyampaikan bahwa indikasi pembakaran sengaja terlihat dari sejumlah bukti yang ditemukan di lokasi kebakaran.

“Kalau kita lihat penyebabnya dari beberapa bukti yang kita temui di lapangan, kebakaran hutan di Jawa Timur kebanyakan memang oleh manusia, sengaja dibakar,” kata Satriyo, Rabu (21/10/2026).

Hingga saat itu, BPBD belum mengidentifikasi secara pasti pihak yang diduga melakukan pembakaran maupun motif di balik tindakan tersebut.

Kebakaran Meluas ke Sejumlah Kawasan Pegunungan

Rentetan karhutla terjadi di sejumlah kawasan di Jawa Timur, termasuk Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, hingga Ijen. Kemunculan titik api secara bersamaan di beberapa wilayah turut menjadi perhatian BNPB.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut pola kemunculan titik api tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian manusia.

Pemerintah pun berencana memperketat pengawasan bersama aparat penegak hukum, TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Sementara itu, kondisi medan yang terjal, vegetasi kering, serta perubahan arah angin menjadi tantangan bagi petugas dalam memadamkan api. Sejumlah titik kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Petugas dan Relawan Gugur Saat Memadamkan Api

Dampak paling memilukan dari rangkaian karhutla ini adalah jatuhnya korban jiwa. Petugas kehutanan dan relawan dilaporkan meninggal dunia ketika menjalankan tugas pemadaman di kawasan Bromo.

Para petugas menghadapi risiko tinggi karena api dapat membesar dengan cepat ketika angin berubah arah. Kondisi tersebut menyulitkan proses evakuasi dan memperbesar bahaya bagi personel yang berada di lokasi.

Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan petugas, kesiapan peralatan, serta strategi penanganan kebakaran di medan ekstrem.

Pemerintah Perkuat Upaya Pemadaman

Dilansir dari Suara.com – Untuk mengatasi kebakaran yang terus meluas, pemerintah menyiapkan tambahan dukungan operasi udara. BNPB melaporkan pengerahan satu helikopter dari Kalimantan Selatan menuju Malang untuk membantu pemadaman melalui metode water bombing.

Selain itu, satu pesawat untuk operasi modifikasi cuaca didatangkan dari Kalimantan Barat. Dukungan tersebut diharapkan membantu menekan penyebaran api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau petugas darat.

Pemerintah juga mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap kawasan rawan kebakaran serta penegakan hukum apabila ditemukan bukti tindak pidana pembakaran hutan.

Besarnya luas kawasan yang terbakar dan jatuhnya korban jiwa menjadi peringatan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui pemadaman. Pencegahan, pengawasan aktivitas manusia, dan pengungkapan penyebab kebakaran perlu berjalan beriringan agar bencana serupa tidak terus berulang.

 

#N

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...