NortonNews – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap perbaikan pelayanan air bersih di Kota Padang, Sumatera Barat. Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp1,116 triliun untuk pembenahan layanan air bersih selama periode 2026–2028.
Hal tersebut disampaikan Andre saat meninjau kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Kamis (29/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan bersama Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, untuk melihat perkembangan penanganan masalah air bersih pascabanjir.
Andre menyebut masih banyak warga yang mempertanyakan kondisi air yang keruh, meskipun pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk penanganannya. Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kepastian mengenai waktu pemulihan layanan agar air bersih dapat kembali digunakan secara normal.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru di Gunung Pangilun. Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp400 miliar untuk proyek tersebut, mengingat instalasi yang ada telah beroperasi sejak 1956 dan dinilai tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, pembangunan instalasi baru tersebut masih memerlukan penyelesaian persoalan lahan oleh Pemerintah Kota Padang, termasuk proses administrasi dan pembayaran lahan seluas 12,7 hektare. Andre berharap persoalan tersebut segera dituntaskan agar proses tender dapat dilakukan pada Januari dan penandatanganan kontrak pada Maret.
Dilansir dari detik.com – Secara keseluruhan, dukungan anggaran pemerintah pusat untuk pembenahan layanan air bersih di Padang terdiri atas Rp158 miliar untuk penanganan darurat, Rp308 miliar untuk kegiatan kontrak tahun jamak atau multiyears contract (MYC), serta sekitar Rp650 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.
Sementara itu, Maria Doeni Isa menjelaskan bahwa penanganan dilakukan terhadap 12 Sistem Penyediaan Air Minum di Kota Padang. Salah satu fokus utama adalah SPAM Gunung Pangilun yang melayani kawasan pusat kota, termasuk rumah sakit dan perkantoran.
Sejumlah pekerjaan perbaikan telah dilakukan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun, seperti penggantian aerator, penggantian pasir silika, dan pengerukan bagian intake. Upaya tersebut berhasil menurunkan tingkat kekeruhan air dari sekitar 300 NTU menjadi 15 NTU.
Selain Gunung Pangilun, pemerintah juga menangani intake Guo Kuranji yang telah terdampak banjir sebanyak tiga kali. Untuk mengurangi risiko kerusakan serupa, pemerintah menyiapkan pembangunan bendung dan intake permanen, sementara penanganan di sejumlah intake kawasan Latung juga telah dilakukan.
Andre menegaskan bahwa dukungan anggaran tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang. Pemerintah berharap berbagai pekerjaan yang dilakukan dapat menghasilkan layanan air yang lebih jernih dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
























































You must be logged in to post a comment Login