Jakarta,NortonNews.com – Seorang bule asal Jerman membagikan pengalaman kuliner unik saat mencicipi seblak di salah satu gerai viral di Bandung. Pengalamannya langsung menarik perhatian warganet.
Seblak sendiri merupakan kuliner khas Sunda yang populer di Indonesia. Hidangan ini terbuat dari kerupuk mentah yang direbus hingga kenyal, lalu dimasak dengan bumbu khas seperti kencur, bawang putih, dan cabai.
Awalnya, seblak hanya berisi kerupuk saja. Namun kini, variasi isiannya semakin beragam, mulai dari bakso, sosis, mi, ceker, hingga aneka seafood.
Seblak umumnya disajikan dengan beragam topping, mulai dari mi, bakso, ayam suwir, hingga ceker. Kini, banyak juga tambahan kekinian seperti crab stick dan dumpling keju yang membuat sajian ini semakin variatif.
Kuliner ini dikenal dengan rasa gurih pedas serta aroma kencur yang kuat dan khas. Bagi masyarakat Asia seperti Thailand atau Korea, cita rasa tersebut mungkin masih terasa familiar. Namun, akan berbeda ceritanya ketika seblak dicoba oleh warga Jerman yang terbiasa dengan hidangan bercita rasa lebih ringan dan berbeda dari masakan Nusantara.
Baru-baru ini, seorang kreator konten asal Jerman membagikan pengalaman saat mencicipi seblak khas Indonesia.
Pemilik akun Instagram @chrisintranslation tersebut diketahui telah menetap di Indonesia sejak 2014. Ia sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan internasional di Jakarta sebelum akhirnya aktif menjadi content creator.
Melalui unggahannya, Chris kerap membagikan momen saat mencoba berbagai kuliner khas Nusantara. Tak hanya di Jakarta, ia juga sering berburu makanan tradisional di berbagai daerah lain di Indonesia.
Dalam video terbaru yang diunggah pada 10 Mei, Chris membagikan momen saat mencicipi seblak langsung di Bandung. Dari sekian banyak tempat makan seblak, ia diajak temannya yang berasal dari Bandung untuk mencoba seblak di warung viral bernama Seblak Mama Saleh.
Lokasi warung tersebut terbilang cukup tersembunyi karena berada di dalam gang sempit dan menempati rumah warga. Setelah melewati lorong kecil, Chris akhirnya tiba di tempat makan yang terkenal di kalangan pecinta seblak itu.
“Kami akhirnya sampai di Seblak Mama Saleh. Di sini juga ada menu sushi, tapi mungkin akan dicoba di lain waktu,” ujar Chris dalam videonya.
Dilansir dari Detik.com – Warung seblak tersebut mengusung konsep prasmanan, sehingga pelanggan bebas memilih aneka isian sesuai selera. Chris pun langsung menuju meja etalase yang dipenuhi berbagai topping seblak yang tersusun rapi di dalam wadah.
Chris juga menjelaskan cara memesan seblak di tempat tersebut. Pengunjung cukup mengambil mangkuk plastik lalu memilih sendiri berbagai isian sesuai selera.
“Di sini kamu tinggal ambil mangkuk plastik, lalu pilih topping apa pun yang kamu mau,” ujar Chris.
Saat melihat beragam topping dan kerupuk warna-warni yang tersedia, Chris mengaku terkesan. Menurutnya, tampilan aneka isian itu menyerupai proyek seni sekolah karena memiliki bentuk dan warna yang sangat beragam.
“Topping-nya terlihat seperti proyek seni sekolah yang bisa dimakan. Ada mi warna-warni, bentuk bulat, pipih, keriting, sampai kaki ayam,” katanya.
Usai memilih topping, Chris membawa mangkuknya ke kasir untuk dihitung sebelum dimasak langsung oleh penjual. Konsep dapur terbuka di warung tersebut juga sukses menarik perhatian bule asal Jerman itu.
“Semua proses memasaknya dilakukan langsung di depan kami. Kami bahkan diperbolehkan mencicipi sedikit kuahnya dulu supaya rasanya bisa disesuaikan kalau masih kurang,” kata Chris.
Tak berselang lama, nama Chris dipanggil lewat mikrofon sebagai tanda pesanannya sudah siap disantap.
Ia kemudian membawa seblaknya ke area makan. Karena bagian luar penuh pengunjung, Chris memilih duduk di area dalam dekat televisi.
Saat pertama kali mencicipi, Chris mengaku rasa dan tekstur seblak terasa sangat asing baginya. Ia menggambarkan makanan tersebut memiliki cita rasa pedas, tekstur kenyal, serta aroma rempah yang kuat, diduga berasal dari kencur.
“Ini benar-benar pengalaman baru buat saya. Mungkin karena kencurnya, rasanya seperti kerabat jahe tetapi lebih kompleks,” ungkapnya.
Setelah menghabiskan makanannya, Chris meninggalkan warung dalam kondisi kenyang dan bercucuran keringat akibat pedasnya seblak.
Unggahan tersebut kemudian ramai dikomentari netizen. Banyak yang merasa video Chris memiliki suasana berbeda dibanding konten kuliner pada umumnya.
“Vibes-nya beda banget,” tulis seorang netizen.
“Aura seblaknya jadi berasa mahal,” komentar lainnya.
“Kayak lagi nonton Nat Geo,” sahut netizen lain.
Beberapa warganet juga menyoroti tampilan seblak yang disantap Chris. Ada yang menilai kuahnya terlalu sedikit atau terlalu ‘nyemek’, sehingga dianggap kurang nikmat.
“Seblak jadi terasa klasik kalau dia yang bikin videonya,” tulis salah satu netizen lainnya.

















































You must be logged in to post a comment Login