JAKARTA,NortonNews.com — Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyampaikan kekecewaannya setelah dituntut 18 tahun penjara serta pembayaran uang pengganti dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Usai persidangan, ia menilai tuntutan jaksa tersebut sangat mengecewakan dan tidak masuk akal.
“Ini adalah hari yang sangat, sangat, sangat mengecewakan. Mungkin tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan perasaan saya,” ujar Nadiem.
Ia juga mempertanyakan besarnya tuntutan tersebut jika dibandingkan dengan perkara pidana lainnya.“Ini menjadi rekor, bahkan lebih besar dibanding berbagai kasus kriminal lainnya,” ujarnya.
Nadiem mempertanyakan dasar tuntutan terhadap dirinya yang dinilai lebih berat dibanding pelaku kejahatan berat lain. “Saya bingung, kenapa tuntutan saya lebih besar dari pembunuh? Bahkan lebih besar dari teroris?” ujarnya.
Dilansir dari Kompas.com – Ia menilai proses persidangan justru telah menunjukkan dirinya tidak bersalah. “Dalam alur persidangan ini sudah semakin jelas bahwa saya tidak bersalah,” katanya.
Ia juga mengaku terpukul dengan tuntutan uang pengganti yang disebut mencapai nilai triliunan rupiah. “Yang paling menyakitkan, dan saya tidak memahami hal ini, padahal saya sudah mengabdi 9–10 tahun untuk negara, adalah adanya uang pengganti,” ujar Nadiem.
Ia kemudian menjelaskan rincian uang pengganti yang diminta jaksa. “Jadi, tidak cukup saya dipenjara, ada juga uang pengganti sebesar Rp 4 triliun ditambah Rp 809 miliar, sehingga totalnya mencapai sekitar Rp 5 triliun,” ujarnya. Nadiem menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki dana sebesar yang dituntut tersebut.

















































You must be logged in to post a comment Login