Jakarta, Norton News – dilansir dari en.antaranews.com, Pemerintah Indonesia mendorong isu loss and damage atau kerugian dan kerusakan akibat perubahan iklim agar masuk dalam agenda riset iklim BRICS. Seruan ini disampaikan Wakil Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz Hendropriyono, dalam forum BRICS Climate Leadership Agenda di Istana Itamaraty, Brasília, Brasil.
Diaz menegaskan pentingnya memasukkan isu loss and damage, sesuai kerangka UNFCCC, ke dalam ruang lingkup BRICS Climate Research Platform (BCRP) sebagai dasar ilmiah untuk merancang kebijakan berbasis keadilan iklim.
“Ini adalah bentuk solidaritas terhadap negara-negara yang paling terdampak krisis iklim,” ujar Diaz.
Selain itu, Indonesia juga mendorong pertukaran data ilmiah antarnegara BRICS dilakukan secara sukarela demi menjunjung kesetaraan dan kedaulatan informasi. Diaz juga menekankan pentingnya penyelesaian bagian annex dalam Deklarasi Bersama sebelum dibawa ke tingkat kepala negara, karena memuat rincian teknis yang bersifat substansial.
Seluruh usulan Indonesia disambut positif oleh negara anggota BRICS dan akan dimasukkan dalam dokumen akhir sebagai komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama ilmiah yang transparan dan berlandaskan keadilan iklim.


















































You must be logged in to post a comment Login