Jakarta ,NortonNews – Kisah memilukan terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Sidotopo Kidul, Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, Jawa Timur. Seorang remaja berinisial IRZ (16) meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran rumah dua lantai pada Minggu (25/10/2026). Ia diduga menjadi korban setelah berusaha menyelamatkan kedua orang tua dan tiga adiknya dari kobaran api.
IRZ dikenal sebagai sosok pemberani karena menjadi orang pertama di keluarganya yang menyadari kebakaran saat anggota keluarga lainnya masih tertidur. Mengetahui adanya api, ia segera membangunkan orang tua dan ketiga adiknya agar mereka dapat menyelamatkan diri.
Sayangnya, upaya tersebut berakhir tragis. Kedua orang tua dan ketiga adiknya berhasil keluar dari rumah, tetapi IRZ justru tertinggal di lantai dua. Jenazahnya baru ditemukan petugas setelah api berhasil dipadamkan.
Bangunkan Orang Tua dan Ketiga Adiknya
Tante korban, Kholifah, mengungkapkan bahwa IRZ terbangun lebih awal ketika kebakaran mulai terjadi. Ia kemudian bergegas membangunkan kedua orang tuanya, Moehammad Noer dan Firda, beserta ketiga adiknya yang masih tidur di lantai dua rumah.
Setelah seluruh anggota keluarga terbangun, mereka berusaha mencari jalan untuk keluar dari bangunan tersebut. Namun, api yang telah membakar bagian lantai dasar membuat akses keluar utama tidak dapat digunakan.
Dalam situasi yang membahayakan itu, keluarga IRZ akhirnya memutuskan menyelamatkan diri dengan melompat dari teras lantai dua yang berada sekitar empat meter dari permukaan tanah.
Kedua orang tua dan ketiga adiknya berhasil keluar dari rumah dengan selamat. Akan tetapi, IRZ tidak berhasil menyusul mereka dan tertinggal di dalam bangunan yang dipenuhi asap tebal.
“Dia udah bangun duluan. Waktunya masih tidur semua. Adik-adiknya dibangunin semua. Abah dan uminya. Dia menyelamatkan keluarganya. Tapi dia yang tertinggal di lantai 2,” tutur Kholifah saat ditemui di lokasi kejadian.
Diduga Kehilangan Kesadaran akibat Menghirup Asap
Usai kobaran api berhasil dikendalikan, petugas menemukan jenazah IRZ di bagian tengah lantai dua rumah tersebut.
Berdasarkan keterangan dalam laporan kejadian, tubuh korban tidak memperlihatkan luka bakar fisik yang parah. Pihak keluarga menduga remaja tersebut meninggal dunia akibat menghirup gas karbon monoksida dalam jumlah berlebihan hingga kehilangan kesadaran dan tidak mampu menyelamatkan diri.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai penyebab kematian yang telah dipastikan secara medis.
Kepergian IRZ meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga serta masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Ia dikenang sebagai anak sulung yang berusaha melindungi orang-orang tercintanya ketika kebakaran melanda rumah mereka.
Sembilan Armada Pemadam Dikerahkan ke Lokasi
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengerahkan sedikitnya sembilan unit armada untuk menangani kebakaran yang terjadi di Jalan Sidotopo Kidul.
Kepala Bidang Pemadam DPKP Kota Surabaya, Muhammad Rokim, menjelaskan bahwa petugas segera melakukan penanganan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman tersebut.
Setelah api utama berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pembasahan dan pendinginan di lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Berkat respons cepat dan kerja keras petugas di lapangan, kobaran api utama berhasil dijinakkan dalam waktu singkat,” ungkap Muhammad Rokim saat dihubungi.
Seluruh rangkaian penanganan, mulai dari pemadaman hingga proses pendinginan, akhirnya dapat diselesaikan tanpa kendala berarti.
Peristiwa kebakaran tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan pada rumah dua lantai, tetapi juga merenggut nyawa IRZ, seorang remaja yang berusaha menyelamatkan keluarganya dari bahaya.






















































You must be logged in to post a comment Login