Jakarta ,NortonNews – Badan Gizi Nasional (BGN) membeberkan tiga faktor yang dapat menyebabkan dana operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak masuk ke rekening virtual account. Persoalan ini menjadi sorotan setelah beberapa SPPG mengaku belum dapat memberikan layanan kepada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lantaran dana operasional belum tersedia.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menjelaskan bahwa salah satu penyebab terhambatnya pencairan dana adalah SPPG yang tidak menyampaikan laporan penggunaan anggaran harian melalui Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN).
Menurut Tysa, pencairan dana operasional berkaitan dengan beberapa aspek, mulai dari kepatuhan dalam melaporkan penggunaan anggaran, kesesuaian data penerima manfaat, hingga kedisiplinan dalam mengelola dana yang telah ditentukan.
“Kondisi tersebut berkaitan dengan pelaporan penggunaan dana, kesesuaian data penerima manfaat, serta disiplin SPPG dalam menggunakan anggaran,” kata Tysa di Jakarta, Senin.
1. Tidak Menyampaikan Laporan Penggunaan Dana Harian
Tysa menerangkan bahwa laporan penggunaan dana melalui SIPGN menjadi salah satu komponen penting dalam proses pengawasan dan pertanggungjawaban anggaran.
Sistem pelaporan tersebut memungkinkan penggunaan dana operasional SPPG dipantau agar penyalurannya tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
Oleh sebab itu, setiap SPPG wajib memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditentukan. Apabila laporan penggunaan dana harian tidak disampaikan sesuai ketentuan, hal tersebut dapat menjadi salah satu penyebab dana operasional tidak tersedia di rekening virtual account.
2. Ketidaksesuaian Data Penerima Manfaat
Faktor kedua yang dapat menghambat pencairan dana adalah adanya perbedaan antara data atau jumlah penerima manfaat yang dilayani SPPG dengan data yang telah ditetapkan oleh BGN.
Tysa menekankan bahwa kesesuaian data penerima manfaat dengan Surat Penetapan Sementara (SPS) 2 diperlukan untuk memastikan Program MBG terlaksana secara tepat sasaran.
Pencocokan data juga bertujuan menjaga agar penggunaan anggaran tetap sesuai dengan perencanaan yang sudah ditetapkan.
Dengan demikian, SPPG perlu memastikan bahwa data penerima manfaat yang dilayani telah sesuai dengan dokumen penetapan sebelum melaksanakan kegiatan pelayanan.
3. Dana Habis akibat Pengelolaan Anggaran yang Kurang Disiplin
Penyebab ketiga berkaitan dengan pengelolaan dana operasional yang tidak disiplin. Tysa menjelaskan bahwa dana yang tidak lagi tersedia di rekening virtual account juga dapat terjadi karena anggaran telah habis akibat penggunaan yang tidak sesuai dengan perhitungan sebelumnya.
“Atau bisa saja SPPG yang bersangkutan itu juga mengalami kehabisan dana karena tidak disiplin dalam penggunaan dana sebagaimana yang telah ditetapkan dan diperhitungkan sebelumnya,” ujar Tysa.
Situasi ini memperlihatkan pentingnya pengelolaan anggaran secara terencana dan tertib. Dengan penggunaan dana yang sesuai perhitungan, kegiatan pelayanan pemenuhan gizi diharapkan dapat berjalan tanpa hambatan operasional.
BGN Tekankan Pentingnya Kepatuhan Administrasi SPPG
BGN menyampaikan penjelasan tersebut setelah sejumlah SPPG melaporkan belum bisa melayani penerima manfaat Program MBG karena dana operasional belum masuk ke rekening virtual account masing-masing.
BGN menegaskan bahwa kelancaran pencairan dana operasional berkaitan dengan pemenuhan kewajiban administrasi, validitas data penerima manfaat, serta kedisiplinan dalam menggunakan anggaran.
Kepatuhan terhadap seluruh ketentuan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas penggunaan dana sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.






















































You must be logged in to post a comment Login