Jakarta ,NortonNews – Sebuah video yang beredar di media sosial TikTok menarik perhatian warganet. Video yang dibagikan oleh akun @cakerol.6 tersebut memperlihatkan momen menyentuh ketika seorang guru SMP dengan sabar membimbing seorang murid yang diduga masih mengalami kesulitan membaca.
Dalam rekaman tersebut, sang guru tampak menuntun siswanya dengan telaten sambil mendiktekan kata demi kata agar dapat diikuti dengan baik. Video itu juga disertai kutipan pepatah, “Utlubul ‘ilma minal mahdi ilallahdi”, yang berarti menuntut ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat. Pesan tersebut mengingatkan bahwa proses belajar dapat berlangsung sepanjang hayat.
Kesabaran guru dalam mendampingi muridnya menuai banyak apresiasi dari warganet. Meski demikian, video tersebut juga menimbulkan keprihatinan dan memunculkan pertanyaan mengenai proses pembelajaran yang telah dijalani siswa itu selama ini.
Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan bagaimana murid tersebut mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) sehari-hari hingga menghadapi ujian sekolah apabila kemampuan membaca dasarnya masih belum memadai.
Sorotan Warganet: Muncul Dugaan Disleksia hingga Borderline Intellectual Functioning
Kolom komentar video tersebut dipenuhi beragam tanggapan. Beberapa warganet menduga adanya kemungkinan gangguan belajar dan mencoba menjelaskan kondisi yang mungkin berkaitan dengan kesulitan membaca tersebut.
Salah satu komentar datang dari akun @misshen06_ yang menduga murid tersebut mengalami disleksia. Ia menyampaikan kecurigaannya bahwa kesulitan membaca yang terlihat dalam video mungkin berkaitan dengan kondisi tersebut.
Sementara itu, akun @dr.reny_indah menyinggung kemungkinan Borderline Intellectual Functioning (BIF). Kondisi ini umumnya merujuk pada kemampuan intelektual yang berada di bawah rata-rata, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya disabilitas intelektual. Individu dengan kondisi tersebut dapat mengalami tantangan dalam memahami konsep tertentu maupun menyelesaikan masalah.
Komentar itu juga menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat mengenai kebutuhan pendidikan khusus. Meski demikian, dugaan mengenai kondisi tertentu tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan sebuah video dan memerlukan penilaian profesional.
Selain membahas kemungkinan penyebab kesulitan membaca, sejumlah warganet turut melontarkan komentar bernada humor. Akun @claud_dhya, misalnya, mempertanyakan bagaimana murid tersebut berkomunikasi dengan teman-temannya di era digital, termasuk melalui pesan singkat atau pesan suara (voice note).
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kemampuan literasi dasar siswa di Indonesia. Deteksi dini terhadap kesulitan belajar, pendampingan yang sesuai, serta penerapan pendidikan inklusif menjadi hal penting agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar sesuai kebutuhan dan kemampuannya.


















































You must be logged in to post a comment Login