Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China, 16 Orang Dilaporkan Tewas dan 5.000 Personel SAR Dikerahkan

Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China, 16 Orang Dilaporkan Tewas dan 5.000 Personel SAR Dikerahkan

Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China, 16 Orang Dilaporkan Tewas dan 5.000 Personel SAR DikerahkanJakarta ,NortonNews –  Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah Nagqu, Tibet, China, pada Kamis malam (22/10/2026). Bencana tersebut mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan 54 orang lainnya mengalami luka-luka. Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga merobohkan ratusan rumah dan mendorong pemerintah mengerahkan ribuan petugas untuk melakukan penyelamatan.

Presiden China, Xi Jinping, meminta agar operasi pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) dilakukan secara optimal. Ia juga menginstruksikan percepatan penyaluran bantuan medis bagi para korban. Perintah tersebut disampaikan pada Jumat pagi (23/10/2026), sebagaimana dilaporkan Associated Press (AP).

Gempa melanda kawasan terpencil di Nagqu, yang terletak di sebelah utara Lhasa, ibu kota Tibet. Wilayah tersebut berada pada ketinggian sekitar 4.800 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis yang sulit, ditambah suhu dingin, menjadi hambatan bagi petugas dalam menjangkau lokasi bencana dan mengevakuasi warga.

Ratusan Rumah Rusak, Lebih dari 5.000 Petugas Dikerahkan

Laporan media pemerintah China menyebutkan bahwa sedikitnya 339 rumah mengalami keruntuhan akibat guncangan gempa. Pemerintah setempat juga mewaspadai potensi kerusakan lanjutan yang dapat dipicu gempa susulan serta jatuhan batu dari lereng pegunungan.

Penjabat Wali Kota Nagqu, Dunzhu, menjelaskan bahwa tim penyelamat telah melakukan tiga tahap pencarian hingga Jumat sore. Petugas menyusuri permukiman di setiap desa untuk memeriksa keadaan warga dan memastikan seluruh penduduk telah terdata.

Dalam upaya penanganan bencana, lebih dari 5.000 personel dari tiga wilayah setempat diterjunkan. Pemerintah China turut mengirimkan berbagai kebutuhan darurat untuk membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.

Bantuan yang disalurkan mencakup 2.000 unit hunian prefabrikasi, sekitar 3.400 tenda, serta 2.000 tempat tidur lipat. Selain itu, warga juga menerima perlengkapan lain, termasuk senter dan pakaian musim dingin, untuk menghadapi suhu rendah di wilayah tersebut.

Gempa Susulan Tingkatkan Risiko bagi Warga

Menurut data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa utama terjadi pada Kamis pukul 22.33 waktu setempat. Pusat gempa berada sekitar 191 kilometer di sebelah timur-timur laut Nagqu, dengan kedalaman mencapai 18 kilometer.

USGS juga mendeteksi sedikitnya tujuh gempa susulan dengan magnitudo antara 4,3 hingga 5,2. Seluruh aktivitas gempa susulan yang tercatat tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer.

Rangkaian gempa ini menambah risiko bagi penduduk yang berada di kawasan terdampak, terutama di sekitar bangunan yang telah mengalami kerusakan. Selain mengantisipasi kemungkinan guncangan berikutnya, petugas penyelamat perlu berhati-hati terhadap ancaman batuan yang dapat jatuh dari lereng selama proses pencarian berlangsung.

Akses Transportasi dan Komunikasi Sempat Terganggu

Gempa juga berdampak pada infrastruktur serta kelancaran transportasi di sejumlah wilayah. Kantor berita resmi China, Xinhua, melaporkan bahwa jaringan komunikasi di beberapa daerah sempat mengalami gangguan setelah bencana terjadi.

Sebagai langkah pengamanan, otoritas perkeretaapian setempat menghentikan sementara perjalanan kereta yang melewati kawasan terdampak. Di sisi lain, sebagian ruas Jalan Raya Nasional 317 ditutup akibat adanya longsoran batu.

Untuk sementara, jalur tersebut hanya dapat dilalui kendaraan darurat, tim penyelamat, dan kendaraan resmi. Petugas juga melakukan pembersihan material longsor agar akses menuju lokasi bencana dapat kembali dibuka dan mendukung kelancaran proses evakuasi.

Selain kondisi jalan, cuaca ekstrem turut menjadi perhatian. Xinhua melaporkan bahwa salju diperkirakan turun secara berkala di kawasan tersebut selama tiga hari berikutnya. Situasi ini berpotensi menambah kesulitan bagi petugas yang bertugas di lapangan.

Xi Jinping Instruksikan Penyelamatan dan Bantuan Dipercepat

Operasi penyelamatan masih berlangsung di tengah ancaman gempa susulan, suhu dingin, dan kemungkinan longsor di kawasan pegunungan Tibet. Tim SAR terus memeriksa permukiman untuk menemukan korban yang mungkin masih belum terjangkau serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Xi Jinping menekankan pentingnya mempercepat pencarian korban, memberikan penanganan medis kepada warga yang terluka, dan mendistribusikan bantuan darurat kepada masyarakat terdampak.

Hingga proses penanganan berlangsung, kondisi geografis dataran tinggi dan cuaca yang tidak menentu masih menjadi tantangan utama bagi petugas. Upaya pencarian, evakuasi, dan pemenuhan kebutuhan warga terus dilakukan sembari mengantisipasi kemungkinan bahaya susulan di wilayah tersebut.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Nasional

Jakarta,Norton News- Dwi (40), seorang pengemudi ojek online, tampak pasrah saat mengungkapkan keluhannya soal potongan aplikasi yang kian mencekik. Dengan program baru berbayar per...

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...