NortonNews.com – Jumlah korban meninggal akibat ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu di Shanxi, China dilaporkan meningkat menjadi 90 orang pada Sabtu (23/5). Peristiwa ini tercatat sebagai bencana tambang batu bara paling mematikan di China dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Mengutip Channel News Asia, ledakan tersebut terjadi pada Jumat (22/5) malam waktu setempat di area tambang.
Saat insiden berlangsung, sekitar 247 pekerja berada di bawah tanah. Sebagian besar berhasil dievakuasi pada Sabtu pagi.
Namun, hingga saat ini masih ada sembilan orang yang dinyatakan hilang karena diduga terjebak di dalam tambang.
Dilansir dari CNN Indonesia – Shanxi merupakan salah satu provinsi termiskin di China dan dikenal sebagai pusat industri pertambangan batu bara di negara tersebut.
Dalam beberapa dekade terakhir, standar keselamatan pertambangan di China memang mengalami peningkatan. Namun, kecelakaan kerja masih kerap terjadi, yang umumnya dipicu oleh lemahnya penerapan prosedur keselamatan.
Berdasarkan data resmi dari Administrasi Keselamatan Tambang Nasional (NMSA), tercatat lebih dari 3.000 kecelakaan tambang terjadi di China selama periode 2010 hingga 2025.





















































You must be logged in to post a comment Login