Jakarta, NortonNews.com — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengusulkan peningkatan jumlah penerima program magang nasional tahun ini sebesar 50 persen menjadi 150 ribu orang, dari sebelumnya 100 ribu pada 2025.
Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk magang di perusahaan terpilih dengan gaji setara UMP/UMK selama enam bulan, dengan pendaftaran melalui portal MagangHub Kemnaker.
Yassierli menyampaikan bahwa usulan tersebut didorong oleh tingginya antusiasme peserta dan apresiasi dari perusahaan, namun masih sebatas usulan dalam pembahasan.
Ia mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto serta kementerian terkait agar program ini dapat difinalisasi dan dilanjutkan pada tahun ini.
Yassierli menyampaikan bahwa surat sudah dikirim kepada Presiden dan pihaknya masih menunggu kepastian anggaran. Ia berharap dengan dukungan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, program ini dapat terlaksana sehingga harapan peserta magang untuk melanjutkan program tahun ini bisa terwujud.
Ia juga menjelaskan bahwa program magang nasional tahun ini dilaksanakan dalam tiga tahap, dengan batch I pada Oktober 2025, serta batch II dan III menyusul pada November dan Desember 2025.
Dilansir dari CNN Indonesia – program ini ditujukan bagi lulusan baru D3, D4, dan S1. Para peserta yang lolos akan memperoleh uang saku setara UMR setiap bulan yang ditanggung pemerintah.
Peserta magang akan ditempatkan di perusahaan BUMN maupun swasta yang telah melalui seleksi dari Kementerian Ketenagakerjaan. Pada tahun lalu, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,23 triliun untuk insentif program ini.
Selain itu, pemerintah juga mendorong program magang ke luar negeri. Kerja sama saat ini sudah terjalin dengan Jepang dan akan diperluas ke negara lain yang berminat merekrut tenaga kerja Indonesia.
Yassierli menambahkan, pemerintah terus menjajaki peluang penempatan magang di luar negeri, meski saat ini masih difokuskan ke Jepang. Beberapa negara lain seperti Jerman, Turki, dan Taiwan juga menunjukkan minat, namun terkendala aspek bahasa.


















































You must be logged in to post a comment Login