Jakarta,NortonNews.com – Seorang wisatawan asal Amerika Serikat berpura-pura tidak bisa berbicara saat ditangkap aparat karena melanggar aturan Hari Raya Nyepi di Bali.
Ia tertangkap sedang berjalan di luar rumah pada saat Nyepi, ketika seluruh kegiatan di pulau tersebut dihentikan selama 24 jam.
Menurut laporan New York Post pada Minggu (22/3/2026), turis bernama Karl Adolf Amrhein itu diamankan pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WITA di jalan utama Desa Sukawati.
Dilansir dari Detik.com- Pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa pria tersebut melanggar aturan Nyepi, yang melarang baik warga maupun wisatawan melakukan aktivitas di luar rumah.
Saat dibawa petugas, ia sempat berpura-pura bisu dan tidak merespons.
Namun, ia kemudian meminta dibebaskan dan mulai berkomunikasi dengan aparat.
Dari keterangannya, pria itu mengaku sedang mencari tempat menginap setelah keluar dari hotel sebelumnya.
Saat dibawa oleh petugas, ia sempat berpura-pura tidak bisa berbicara dan tak memberikan respons.
Namun, kemudian ia meminta untuk dilepaskan dan mulai berinteraksi dengan aparat.
Menurut pengakuannya, pria tersebut sedang mencari akomodasi baru setelah meninggalkan hotel sebelumnya.
“Dia mengaku terpaksa meninggalkan hotelnya di Ubud karena masa menginapnya telah habis,” ujar kepolisian.
Petugas kemudian mengantarkan yang bersangkutan ke vila terdekat untuk beristirahat.
Ia juga diperingatkan agar tidak kembali melanggar aturan selama Nyepi berlangsung.
Kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi menimpa turis AS.
Pada 2020, turis asal Negeri Paman Sam itu diamankan warga di Kuta karena tetap beraktivitas di luar saat Nyepi.
Saat itu, ia berdalih ‘hanya ingin jogging’ dan menolak kembali ke vilanya meski telah diingatkan.
“Dia mengaku harus meninggalkan hotel di Ubud karena masa menginapnya sudah berakhir,” kata pihak kepolisian.
Petugas kemudian mengantarnya ke vila terdekat agar bisa beristirahat dan memberikan peringatan supaya tidak mengulangi pelanggaran selama Nyepi.
Kejadian serupa pernah menimpa wisatawan asal Amerika Serikat sebelumnya.
Pada 2020, seorang turis AS diamankan warga di Kuta karena tetap berada di luar saat Nyepi.
Saat itu, ia berdalih hanya ingin berlari pagi dan menolak kembali ke vilanya meski sudah diingatkan.


















































You must be logged in to post a comment Login