
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato kepada rakyat di Kremlin di Moskow, Rusia, Kamis, 21 November 2024. (Sumber Foto: Vyacheslav Prokofyev, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Jakarta, Norton News – Dilansir dari CNBC Indonesia, Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji akan membalas setelah serangan drone Ukraina mengenai gedung-gedung tempat tinggal di kota Kazan, wilayah Tatarstan, Rusia. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video pada acara pembukaan jalan baru, Putin memberikan peringatan tegas kepada Ukraina.
“Inilah peringatan dari Putin kepada pemimpin lokal Tatarstan, sebagaimana dilaporkan oleh Al Jazeera pada Senin (23/12/2024): ‘Siapa pun yang berusaha merusak negara kita akan mendapatkan kehancuran yang lebih dahsyat dan akan menyesali tindakan mereka,'”
Pada Sabtu pagi, enam drone dari Ukraina menyerang bangunan-bangunan hunian di Kazan, sementara satu drone lainnya mengincar fasilitas industri. Meskipun belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, media melaporkan bahwa tiga orang mengalami luka ringan akibat pecahan kaca jendela yang hancur.
Sebuah video yang beredar di media sosial Rusia menampilkan saat ketika drone menghantam sebuah gedung tinggi dengan dinding kaca, memicu munculnya bola api besar. Namun demikian, tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan ini.
Kazan berada lebih dari 1.000 kilometer jauhnya dari perbatasan Ukraina, dan meskipun Ukraina belum secara resmi mengakui tanggung jawab atas serangan tersebut, banyak pihak yang menilai tindakan itu sebagai balasan terhadap serangan rudal Rusia di Kyiv.
Putin sebelumnya mengancam akan menyerang pusat kota Kyiv menggunakan rudal balistik hipersonik sebagai respon terhadap serangan Ukraina di wilayah Rusia. Ancaman terbaru ini semakin meningkatkan ketegangan di tengah eskalasi konflik antara kedua negara tersebut.
Baca Juga: Masyarakat Pesisir Utara Jawa Tengah Terancam Banjir Rob
Kemajuan Rusia di Area Pertempuran
Di sisi lain, Rusia mengklaim telah membuat kemajuan baru di medan perang wilayah timur Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan melalui Telegram bahwa pasukan mereka telah “membebaskan” desa Lozova yang terletak di timur laut Kharkiv dan Krasnoye, yang dikenal sebagai Sontsivka oleh pihak Ukraina.
Krasnoye berada di dekat pusat sumber daya Kurakhove, yang hampir terkepung oleh pasukan Rusia dan dianggap sebagai target strategis penting dalam upaya Moskow untuk menguasai seluruh wilayah Donetsk.
Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia telah meningkatkan serangannya di timur Ukraina dengan tujuan menguasai sebanyak mungkin wilayah sebelum Presiden terpilih AS, Donald Trump, resmi menjabat pada Januari mendatang.
Trump telah berjanji untuk segera menyelesaikan konflik yang sudah berlangsung hampir tiga tahun ini, meskipun ia belum memberikan rincian konkret mengenai kesepakatan gencatan senjata atau perdamaian.
Pasukan Rusia mengklaim telah mengambil alih lebih dari 190 permukiman Ukraina sepanjang tahun ini. Sementara itu, Kyiv terus berupaya keras mempertahankan wilayahnya meskipun menghadapi kekurangan tenaga dan amunisi.


















































You must be logged in to post a comment Login