Jakarta, Norton News – Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, menanggapi polemik menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di sejumlah daerah yang dinilai tidak memenuhi standar gizi. Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera turun langsung untuk mengecek kualitas pelaksanaan MBG selama bulan puasa.
Yahya menjelaskan bahwa anggaran makanan dalam program MBG sebenarnya bukan Rp 15 ribu per porsi, melainkan Rp 10 ribu. Ia merinci, total Rp 15 ribu terdiri atas Rp 10 ribu untuk makanan, Rp 3 ribu untuk biaya operasional, dan Rp 2 ribu untuk insentif yayasan pelaksana.
Menurutnya, yang menjadi sorotan publik adalah menu MBG selama Ramadan yang diperkirakan nilainya hanya sekitar Rp 8 ribu. Paket makanan yang berisi roti kering, kurma, telur, susu, dan buah dinilai masyarakat tidak sebanding dengan anggaran yang disebutkan. Kondisi ini memicu protes dari sejumlah orang tua karena dianggap mengurangi kecukupan gizi anak, bahkan ada yang menolak program tersebut.
Yahya pun menegaskan BGN tidak boleh tinggal diam. Ia meminta lembaga tersebut memastikan mutu dan keamanan makanan tetap terjaga selama Ramadan, terlebih pembagian MBG dilakukan setiap tiga hari sekali. Jika ditemukan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melanggar standar operasional terkait gizi dan keamanan pangan, ia meminta agar diberikan sanksi tegas, mulai dari teguran hingga pemberhentian sementara.
Ia juga mendesak seluruh jajaran BGN meningkatkan pengawasan di wilayah masing-masing. Menurutnya, polemik dan keluhan warga berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah puasa, sehingga perlu ditangani secara serius.
Sebelumnya, menu MBG saat Ramadan menuai kritik karena dianggap tidak sesuai dengan anggaran Rp 15 ribu per hari dan kurang memenuhi kebutuhan gizi, salah satunya terjadi di Palu, Sulawesi Tengah. Protes disampaikan oleh seorang guru SDN 6 Kayumalue melalui video yang beredar di media sosial setelah menerima paket MBG.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, turun tangan dan berkoordinasi dengan pengelola dapur MBG untuk melakukan pembinaan. Ia mengapresiasi kepedulian guru tersebut terhadap pemenuhan gizi anak-anak.
Sementara itu, BGN membantah anggapan bahwa anggaran bahan makanan MBG selama Ramadan sebesar Rp 15 ribu per porsi. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa anggaran bahan makanan ditetapkan sebesar Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per porsi.
Ia menjelaskan, total anggaran Rp 13 ribu untuk balita hingga siswa kelas 3 SD serta Rp 15 ribu untuk siswa kelas 4 SD ke atas dan ibu menyusui tidak sepenuhnya digunakan untuk bahan makanan. Sebagian dana dialokasikan untuk biaya operasional dan insentif bagi yayasan atau mitra pelaksana. Untuk balita hingga siswa kelas 1–3 SD, anggaran bahan makanan sebesar Rp 8 ribu per porsi, sedangkan untuk siswa kelas 4 SD ke atas dan ibu menyusui sebesar Rp 10 ribu per porsi.

















































You must be logged in to post a comment Login