Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

DPR Kritik Besarnya Biaya Potongan Marketplace, UMKM dan Seller Online Dinilai Kian Tertekan

 Jakarta,NortonNews  – Tingginya potongan biaya di berbagai platform marketplace kembali menjadi perhatian publik setelah banyak pelaku UMKM dan seller online mengeluhkan keuntungan usaha mereka yang terus menurun. Keluhan tersebut ramai dibahas di media sosial karena dinilai semakin memberatkan para penjual, khususnya usaha kecil dan menengah.

Salah satu unggahan yang viral memperlihatkan simulasi penjualan produk seharga Rp50 ribu. Dari jumlah tersebut, seller disebut hanya menerima sekitar Rp28 ribu setelah dipotong berbagai biaya seperti admin marketplace, subsidi gratis ongkir, voucher promo, komisi affiliate, hingga biaya iklan.

Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI Fraksi PAN, Arizal Tom Liwafa, menilai kondisi tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan UMKM digital di Indonesia.

Menurutnya, marketplace memang memiliki peran penting dalam membantu perkembangan usaha kecil, namun sistem yang diterapkan jangan sampai justru membuat para penjual semakin sulit mendapatkan keuntungan.

“Marketplace memang membantu UMKM berkembang, tetapi jangan sampai sistem yang ada justru membuat penjual kecil semakin sulit bertahan. Banyak seller saat ini mengalami kenaikan omzet, namun keuntungan mereka terus menurun,” ujarnya.

Tom menjelaskan, banyak pelaku usaha kini berada dalam posisi sulit karena harus mengikuti berbagai program promo marketplace agar produk mereka tetap tampil di pencarian dan algoritma platform. Namun di sisi lain, hal tersebut membuat biaya operasional semakin besar.

“Seller dipaksa ikut perang harga, gratis ongkir, voucher, affiliate, dan iklan. Sementara itu daya belimasyarakat juga sedang melemah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, hanya brand besar dengan modal kuat yang mampu bertahan,” katanya.

Ia juga menilai pemerintah perlu mengevaluasi keseimbangan ekosistem perdagangan digital agar tidak hanya menguntungkan platform besar, tetapi juga memberikan perlindungan kepada UMKM lokal.

Selain itu, Tom mendorong adanya dialog terbuka antara pemerintah, pihak marketplace, dan komunitas seller guna membahas struktur biaya yang selama ini dianggap memberatkan para pelaku usaha.

“UMKM bukan sekadar angka transaksi digital. Ada jutaan keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor ini. Jangan sampai transformasi digital justru membuat usaha kecil kehilangan ruang untuk berkembang,” tegasnya.

Sebagai informasi, Arizal Tom Liwafa merupakan pengusaha sekaligus anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi PAN yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Timur I. Saat ini ia bertugas di Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor industri, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

Di luar aktivitas politik, Tom Liwafa juga dikenal aktif mendukung pemberdayaan UMKM melalui edukasi digital marketing, festival usaha lokal, hingga promosi produk UMKM di berbagai daerah.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...