Jakarta, Norton News – Dikutip dari Kompas.com, Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan, menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis yang diberikan kepada masyarakat memiliki nilai layanan yang cukup tinggi, berkisar antara Rp 1,6 juta hingga Rp 2 juta per individu.
Pernyataan ini disampaikan oleh Asnawi Abdullah, yang menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes. Dia juga menekankan bahwa sangat penting bagi masyarakat untuk memanfaatkan program ini.
“Nilai cek kesehatan gratis ini adalah sekitar Rp 1,6 juta hingga Rp 2 juta untuk setiap orang. Sangat disayangkan jika kesempatan ini tidak digunakan,” ujarnya di Puskesmas Ciater, Tangsel, pada tanggal 5 Februari 2025.
Asnawi menjelaskan bahwa program ini termasuk pemeriksaan kesehatan awal yang bertujuan untuk mendeteksi masalah kesehatan di masyarakat sejak awal. “Setelah dilakukan screening awal, insya Allah semuanya dalam keadaan sehat.
Baca Juga:
Kemenkes Membatasi 30 Kuota Harian untuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Puskesmas
Namun, seandainya ditemukan tanda-tanda masalah kesehatan, pasien akan segera dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan sesuai dengan tempat tinggal mereka,” katanya. Dengan sistem ini, individu yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut tidak perlu kembali ke puskesmas untuk mendapatkan rujukan.
Namun, tindakan selanjutnya tetap akan disesuaikan dengan domisili peserta BPJS Kesehatan. “Jika ingin lebih aman, sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan di area tempat tinggal sendiri.
Tetapi, jika berada di daerah lain, masih bisa memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis ini, kami persilakan. Untuk langkah selanjutnya, tetap perlu kembali ke fasilitas BPJS yang sesuai dengan domisili,” jelas Asnawi. Seperti yang telah diketahui, program cek kesehatan gratis ini resmi dimulai pada 10 Februari 2025, dengan target awal di 19 titik lokasi.

















































You must be logged in to post a comment Login