Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Airlangga Hartarto Mengungkapkan Sumber Anggaran Bansos yang Dibagikan Presiden Jokowi

Foto: Airlangga Hartarto (foto: Detik.com)

Jakarta, Norton News – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sumber anggaran bantuan sosial (bansos) yang kerap dibagikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat masa kampanye Pemilu 2024.

Airlangga mengatakan sumber anggaran tersebut berasal dari dana bantuan presiden untuk masyarakat. Sayangnya ia tidak menjelaskan jenis bantuan mana saja yang dimaksud.

“Bantuan yang diberikan oleh Bapak Presiden itu berasal dari dana bantuan presiden untuk masyarakat,” kata Airlangga saat menjadi saksi dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2024).

Hal ini untuk menjawab pertanyaan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra terkait dari mana asal anggaran bansos yang dibagikan Jokowi saat kunjungan kerja (kunker) ke daerah.

hakim Saldi Isra bertanya apa pertimbangan Presiden Jokowi memilih lokasi kunker dan membagikan bansos lebih banyak ke Jawa Tengah dibandingkan ke tempat lain. Keterangan itu diungkap berdasarkan dalil pemohon dalam persidangan sebelumnya.

“Apa kira-kira yang terjadi pertimbangan presiden memilih misalnya ke Jawa Tengah lebih banyak kunjungannya dibandingkan ke tempat lain? Ini yang berkaitan dengan kunjungan yang ada pendistribusian bansosnya. Kalau ini kami bisa dibantu menjelaskannya, apakah yang didalilkan pemohon itu bisa dibenarkan atau tidak? Tolong kami dibantu oleh empat menteri ini berkaitan dengan ini,” ucap hakim Saldi Isra.

Di lansir dari Detik.com Hakim Saldi Isra pun mempertanyakan darimana alokasi anggaran bansos yang dibagikan Presiden Jokowi. Pasalnya dari pihak pemohon mencurigakan sumber anggaran tersebut ada yang berasal dari automatic adjustment atau pencadangan belanja kementerian/lembaga (K/L) yang diblokir sementara di APBN 2024 sebesar Rp 50.148.936.040.000.

“Biasanya kan kalau mau ada pengetatan di berbagai Kementrian/lembaga ( K/L)  itu setelah tahun berjalan, ini dilakukan di awal tahun. Pernah nggak ada pengalaman-pengalaman sebelumnya yang di di awal tahun itu sudah dilakukan (automatic adjustment)? Yang dikemukakan oleh kedua pemohon, dana Rp 50 triliun lebih itu katanya jangan-jangan dana yang dimanfaatkan untuk menghadapi Pemilu ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Daniel Yusmic Foekh mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke daerah – daerah sebanyak 24 kali dan membagikan bansos jelang Pilpres 2024. Informasi itu didapatkan berdasarkan dalil dari pemohon paslon 01.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Otomotif

JAKARTA, NORTON NEWS – Seiring dengan bocoran gambar yang diduga kuat merupakan Mobil keluaran terbaru yaitu Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, sejumlah diler di...

Scholar

Oleh: Mikhael Yulius Cobis, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Sahid Jakarta Editor: Rudi, NORTON News Stuart Henry McPhail Hall, FBA yang biasa dikenal dengan Stuart...

Nasional

Berasal dari bahasa sunda nama Curug berasal dari dua suku kata yaitu "Cur" yang berarti cai atau air, dan kata "Rugu" yang artinya ngocor...